DPRD Bengkulu Pastikan Jembatan Martan Seluma Masih Aman, Perbaikan Oprit Didorong Segera

Seluma, Word Pers Indonesia – Anggota Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu, Darmawansyah ST MT, turun langsung meninjau kondisi Jembatan Martan di ruas jalan Pasar Ngalam–Pasar Talo, Desa Pasar Seluma, Kecamatan Seluma Selatan, Kamis (7/5/2026).

Peninjauan tersebut dilakukan menyusul kekhawatiran masyarakat terhadap kondisi jembatan pasca diterjang cuaca ekstrem yang sempat menyebabkan gerusan di bagian penyangga akses jalan menuju jembatan.

Dalam inspeksi lapangan itu, Darmawansyah didampingi tim ahli dari Universitas Bengkulu (UNIB), pihak kontraktor serta konsultan pengawas guna memastikan kondisi terkini infrastruktur vital tersebut.

Hasil pengecekan menunjukkan struktur utama Jembatan Martan masih dalam kondisi aman dan dapat dilalui kendaraan masyarakat.

“Kami memastikan struktur utama jembatan tidak mengalami kerusakan. Yang terdampak adalah bagian oprit akibat gerusan air setelah cuaca ekstrem beberapa waktu lalu,” ujar Darmawansyah.

Ia menjelaskan, kerusakan terjadi pada bagian oprit atau akses penghubung badan jalan dengan jembatan. Meski tidak merusak konstruksi utama, kondisi tersebut tetap perlu segera ditangani demi menjaga keselamatan pengguna jalan.

Menurutnya, keterlibatan akademisi dalam peninjauan ini menjadi langkah penting agar proses penanganan dilakukan berdasarkan kajian teknis dan ilmiah, bukan sekadar perbaikan sementara.

Turut hadir dalam peninjauan tersebut, ahli sumber daya air sekaligus dosen Magister Teknik Sipil dan Kebencanaan UNIB, Dr Ir Gusta Gunawan ST MT, bersama Direktur PT Rodateknindo Purajaya Ir Purwanto dan tim teknis lainnya.

Dr Gusta menegaskan bahwa hasil evaluasi teknis menunjukkan jembatan masih layak digunakan masyarakat.

“Secara teknis struktur utama jembatan masih baik dan aman. Yang harus segera diperbaiki adalah bagian oprit yang tergerus agar tidak membahayakan pengguna jalan,” jelasnya.

Ia juga merekomendasikan pembangunan sistem perlindungan tambahan di sekitar jembatan, seperti pengaman tebing dan pemecah arus, guna mengurangi dampak abrasi dan tekanan air di masa mendatang.

BACA JUGA:  Di Forum Nasional, Bupati Mukomuko Desak Keadilan Anggaran dan Pembangunan

Darmawansyah menambahkan, penanganan Jembatan Martan ke depan tidak hanya fokus pada pemulihan fungsi, tetapi juga penguatan konstruksi agar lebih tahan terhadap kondisi lingkungan. Terlebih, lokasi jembatan berada di kawasan dekat muara sungai yang rentan gerusan air.

Selain aspek kekuatan struktur, unsur estetika juga disebut menjadi perhatian dalam proses rekonstruksi agar keberadaan jembatan memberi nilai tambah bagi kawasan sekitar.

“Kami ingin penanganannya tidak asal tambal sulam. Harus kuat, aman, tahan lama dan memiliki nilai estetika,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VII untuk mendukung pembangunan sistem perlindungan kawasan jembatan.

Menariknya, ruas jalan tempat Jembatan Martan berada memiliki nilai sejarah tinggi. Jalur tersebut dikenal masyarakat sebagai “Jalan Inggris”, karena sudah ada sejak sebelum Provinsi Bengkulu terbentuk.

Karena itu, Darmawansyah mendorong agar penanganan infrastruktur tersebut bisa mendapat dukungan program nasional melalui Instruksi Jalan Daerah (IJD) maupun Balai Jalan Nasional.

“Jalan ini punya nilai historis penting. Kami berharap ada dukungan pusat agar penanganannya lebih maksimal,” tambahnya.

Dengan adanya peninjauan ini, DPRD Provinsi Bengkulu memastikan Jembatan Martan tetap aman digunakan masyarakat sambil mendorong percepatan perbaikan pada bagian oprit yang rusak akibat gerusan air.(Adv)

Reporter: Sudarwan
Editor: Anasril

Posting Terkait

Jangan Lewatkan