
Oleh Redaksi
Inspir Mak Wok Word Pers Indonesia
Era terbukanya informasi digital, dari banyak kanal sudah mengakibatkan banjirnya ruang data penggunanya
Banyak yang pamit dari grup media sosial yang menguras data penggunanya dengan alaskan HP/Gadget jadi melambat alias lelet bahkan sering hang/layar membeku
Namun sayangnya meningkat tajam dan derasnya arus informasi bahkan sudah membanjiri semua kanal belum atau tidak diiringi dengan kemauan membaca pelan dan menganalisis setiap paragraf yang tersaji
Semangat untuk membagikan atau share konten dari pengguna medsos sangat tinggi yang mengakibatkan dengan baca judul dan baca sekilas, ketika dianggap menarik akan langsung di share.
Kalau yang di share konten dakwah ini sudah menjadi awal dari kebaikan, tinggal menambah kebaikan berikutnya dengan memahami apa yang di share. Ingat paham setingkat lebih dari tahu
Jamak diketahui banjirnya satu konten di banyak kanal, apalagi dari da’i terkenal
Diera banjir informasi konten dakwah yang berafiliasi ke organisasi, gerakan dakwah bahkan madzhab biasanya akan menimbulkan gesekan di forum/grup.
Kebanyakan grup lahir dari latar belakang situasional, misal sama sekolah, sama tempat kerja, sama hobi, sama kampung halaman
Tidak semua dari anggota grup siap menerima informasi yang berbeda dari yang selama ini dipahami
Ketika disikapi dengan bahasa tulisan yang datar bahkan terkesan Ketus, maka akan terjadi kesalahpahaman, padahal bahasa tulisan bisa dikatakan bahasa komunikasi tampa hati. Apalagi kalau ditambah dengan emoticon yang kurang tepat
Alhamdulillah penulis dapat kesempatan untuk akses media sosial semenjak era friendster, mirc, yahoo messangger, dll
Era terbuka dan banjirnya informasi, maka pengguna medsos sebaiknya juga rajin-rajin piknik literasi
Kumpulkan banyak sumber dari banyak kanal, jangan dibatasi dari sumber yang sudah disenangi, agar tidak gagap dalam menyikapi perbedaan pemahaman
Paham itu hasil dari pikir, pikir itu sangat tergantung dari banyak info berkualitas yang disimpan dalam memory otak
Olah pikir, jangan sampai tercampur dengan olah rasa. Dalam diskusi, agar objektif
Pikir itu objektif, analisa dari kalimat dan paragraf yang tersaji
Rasa itu subjektif, analisa dari pembawa info, ini ghaib bagi kita, kecuali sudah ditulis oleh pembawa informasi
Selagi tujuan bermedsos untuk mengajak kepada mencintai Allah Azza wa Jalla, agar layak mendapat redhoNya, maka apapun bisa disikapi dengan sikap terbaik.
Cinta itu merangkul bukan memukul, mengajak bukan mengejek, menghukumi sesuatu bukan menghakimi seseorang
Yuk, Piknik Literasi sumber informasi, dan carilah guru agar bisa diskusi, karena belajar sendiri tanpa guru akan dimentori oleh syetan dari kalangan jin dan manusia.
Editor: Redaksi