Pengurus Baru PT Bengkulu Mandiri Diberi Target Satu Tahun, Siap Genjot Investasi untuk Dongkrak PAD

Bengkulu – Pemerintah Provinsi Bengkulu memberikan target tegas kepada jajaran pengurus baru PT Bengkulu Mandiri (PT BM) untuk menunjukkan kinerja nyata dalam waktu satu tahun. Target tersebut disampaikan usai pelantikan dan pengambilan sumpah Direktur PT BM Saud Alhujjaj dan Komisaris PT BM Ade Wahyuni, Rabu (29/7/2026). Pengurus baru diminta segera membenahi tata kelola perusahaan, mempercepat masuknya investasi, serta meningkatkan kontribusi perusahaan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu, R.A. Denni, mengatakan seluruh direksi dan komisaris harus bekerja sebagai satu tim yang solid dengan menyusun rencana kerja yang jelas, baik untuk program yang akan dilaksanakan tahun ini maupun target pada tahun berikutnya.

Menurut Denni, PT Bengkulu Mandiri harus meninggalkan pola kerja pada periode sebelumnya yang dinilai belum memiliki arah usaha yang jelas dan belum optimal dalam menyampaikan laporan kepada pemerintah daerah.

“PT Bengkulu Mandiri adalah perusahaan milik Pemerintah Provinsi Bengkulu. Karena itu, setiap perkembangan dan kegiatan perusahaan wajib dilaporkan kepada Gubernur melalui Kepala Biro Perekonomian,” ujar Denni.

Ia menegaskan, meskipun pemerintah daerah belum memberikan dukungan penyertaan modal, kewajiban pelaporan tetap harus dijalankan sebagai bentuk pertanggungjawaban perusahaan kepada pemegang saham.

Denni juga mengingatkan bahwa seluruh direksi yang telah melalui proses fit and proper test diberikan target kerja selama satu tahun. Apabila target tersebut tidak tercapai atau tidak menunjukkan kinerja yang baik, maka direksi harus siap menerima konsekuensi, termasuk mengundurkan diri atau diberhentikan.

“Target ini diberikan agar seluruh jajaran direksi lebih terpacu bekerja dan mampu memberikan hasil nyata bagi perusahaan maupun daerah,” katanya.

Selain menekankan evaluasi kinerja, Denni meminta seluruh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Bengkulu membangun sinergi dan tidak menjalankan usaha yang saling tumpang tindih.

“Kalau suatu bidang sudah menjadi tugas BIMEX, maka PT Bengkulu Mandiri tidak perlu mengerjakan hal yang sama. Semua BUMD harus saling mendukung agar berkembang bersama,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur PT Bengkulu Mandiri, Saud Alhujjaj, menyatakan siap menjawab tantangan yang diberikan Pemerintah Provinsi Bengkulu. Menurutnya, target satu tahun tersebut dapat dicapai karena kepengurusan saat ini tidak memulai perusahaan dari nol, melainkan melanjutkan pembenahan yang telah dilakukan selama empat tahun terakhir.

BACA JUGA:  BRIEF 2023, Gubernur Paparkan Potensi Unggulan Bengkulu Guna Tarik Investor

Ia mengatakan fokus utama PT Bengkulu Mandiri ke depan adalah menghadirkan investasi yang mampu menggerakkan perekonomian Bengkulu melalui kerja sama dengan mitra internasional.

“Kami ingin membawa investor untuk mengembangkan potensi daerah, mulai dari sektor kelapa sawit hingga pengelolaan sampah,” katanya.

Menurut Saud, persoalan sampah merupakan isu nasional yang hampir dihadapi seluruh daerah di Indonesia. Karena itu, PT Bengkulu Mandiri akan memfasilitasi investor yang memiliki teknologi pengolahan sampah modern untuk berinvestasi di Bengkulu.

Ia menjelaskan, teknologi yang akan diterapkan menggunakan konsep waste to product, berbeda dengan waste to electricity yang banyak dikembangkan di daerah lain. Melalui teknologi tersebut, sampah organik dapat diolah menjadi biochar dan karbon aktif, sedangkan sampah plastik dapat diubah menjadi High Speed Diesel (HSD).

“Bahkan satu ton sampah plastik dapat menghasilkan sekitar 750 liter HSD. Kami tidak mengandalkan modal perusahaan, tetapi memfasilitasi investor agar mudah masuk ke Bengkulu sehingga dapat menciptakan nilai ekonomi dan meningkatkan PAD,” jelasnya.

Komisaris PT Bengkulu Mandiri, Ade Wahyuni, mengatakan dirinya akan mengoptimalkan fungsi pengawasan agar seluruh program perusahaan berjalan sesuai target.

Menurutnya, jabatan komisaris bukan sekadar posisi kehormatan, tetapi amanah untuk mewakili Pemerintah Provinsi Bengkulu sebagai pemegang saham tunggal PT Bengkulu Mandiri.

“Kami akan memastikan seluruh program berjalan berkelanjutan dan memberikan hasil nyata bagi daerah. Direksi akan terus kami dorong agar bekerja lebih cepat, lebih efektif, dan mampu menunjukkan perubahan yang dapat dirasakan masyarakat,” ujar Ade.

Terkait penyertaan modal, Ade mengaku masih mempelajari kondisi internal perusahaan karena baru dilantik. Ia juga menegaskan pentingnya membangun sinergi dengan seluruh BUMD, termasuk Bank Bengkulu dan BIMEX, agar masing-masing menjalankan perannya sesuai bidang usaha tanpa saling tumpang tindih.

Dengan target yang diberikan pemerintah daerah, kepengurusan baru PT Bengkulu Mandiri diharapkan mampu memperkuat tata kelola perusahaan, mempercepat realisasi investasi, serta meningkatkan kontribusi perusahaan daerah terhadap pertumbuhan ekonomi dan Pendapatan Asli Daerah Provinsi Bengkulu.