Lebong, Word Pers Indonesia – Upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Lebong kembali menunjukkan kemajuan nyata. Rehabilitasi jaringan irigasi Daerah Irigasi (D.I) Air Ketahun yang digarap Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VII Kementerian PUPR kini telah menembus 85 persen, menandai progres signifikan dari proyek strategis bernilai Rp36,4 miliar tersebut.
Proyek yang dikerjakan PT Rodateknindo Purajaya itu membentang dari Kecamatan Bingin Kuning hingga Kecamatan Lebong Sakti, mencakup jalur BK 1 hingga BK 9 yang selama ini menjadi penopang utama kebutuhan air ribuan hektare sawah masyarakat.
Salah satu titik kritis pekerjaan adalah pembangunan saluran irigasi sepanjang 1.300 meter, yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas dan stabilitas distribusi air. Di sisi saluran utama, turut dibangun jalan inspeksi selebar empat meter untuk mempermudah mobilitas petugas dan petani, termasuk pengangkutan hasil panen.
Konsultan lapangan proyek, Hendret, menegaskan bahwa tim di lapangan tidak hanya fokus pada perbaikan saluran, tetapi juga pada stabilitas tanah di titik-titik rawan longsor melalui pembangunan tembok penahan tanah (TPT).
“Pembangunan jalan inspeksi dan TPT sangat bermanfaat. Petani bisa lebih mudah menjangkau lahan, distribusi hasil panen menjadi lancar, dan aktivitas ekonomi masyarakat ikut terdongkrak,” ujar Hendret saat ditemui di lokasi proyek, Sabtu (22/11/25).
Ia memastikan seluruh material yang digunakan berasal dari galian resmi dan telah memenuhi standar kelayakan untuk menjamin konstruksi yang kokoh dan tahan lama.
Tidak hanya itu, proyek irigasi Air Ketahun juga menghadirkan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat. Selain melibatkan tenaga ahli, pekerjaan ini menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah besar.
“Kami ingin memastikan manfaat proyek ini terasa ganda: pembangunan berjalan cepat, dan masyarakat sekitar ikut mendapatkan pendapatan tambahan,” jelas Hendret.
Dengan progres yang mendekati tahap akhir, proyek ini diharapkan mampu menekan risiko gagal panen akibat ketidakteraturan pasokan air, sekaligus membantu petani mengatur pola tanam lebih efisien. Infrastruktur jalan inspeksi yang representatif juga diyakini dapat mempercepat arus distribusi hasil panen dari lahan menuju pasar.
Pemerintah menargetkan proyek ini rampung pertengahan November 2025, sesuai kontrak dan jadwal pelaksanaan. Jika selesai tepat waktu, irigasi yang lebih modern dan tertata ini akan menjadi fondasi penting dalam pembangunan ekonomi berbasis pertanian di Lebong—sektor yang selama ini menjadi nadi kehidupan masyarakat.
Editor: Redaksi































