Word Pers Indonesia, Bengkulu – Rumah Sakit Khusus Jiwa (RSKJ) Soeprapto Provinsi Bengkulu kembali menegaskan perannya sebagai rumah sakit pendidikan dengan menerima mahasiswa Program Studi Profesi Ners Poltekkes Kemenkes Bengkulu untuk menjalani praktik klinik.
Kegiatan serah terima mahasiswa praktik tersebut berlangsung di Aula Ratu Samban RSKJ Soeprapto, Senin (9/2/2026), dan dihadiri langsung oleh Direktur RSKJ Soeprapto Bengkulu dr. Herry Permana, didampingi Kepala Bidang Pelayanan Medik (Kabid Yanmed) Ns. Desi Martini, S.Kep serta jajaran manajemen rumah sakit.
Momentum ini menjadi bagian penting dari kerja sama antara institusi layanan kesehatan dan dunia pendidikan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang keperawatan, khususnya keperawatan jiwa.
Direktur RSKJ Soeprapto Bengkulu, dr. Herry Permana, menyampaikan apresiasi kepada Poltekkes Kemenkes Bengkulu yang terus mempercayakan rumah sakit tersebut sebagai tempat praktik bagi mahasiswa profesi ners.
“RSKJ Soeprapto selalu membuka ruang bagi mahasiswa untuk belajar langsung di lapangan. Praktik klinik di rumah sakit ini bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, tetapi menjadi kesempatan penting bagi mahasiswa untuk mengasah kepekaan, empati, serta profesionalisme dalam menangani pasien dengan gangguan jiwa,” ujar dr. Herry.
Ia berharap para mahasiswa mampu memanfaatkan masa praktik ini untuk memperdalam pengetahuan sekaligus meningkatkan keterampilan klinis di bawah bimbingan tenaga kesehatan profesional di RSKJ Soeprapto.
“Saya berharap mahasiswa dapat menyerap pengalaman sebanyak mungkin dari para klinisi di sini, sekaligus tetap menjunjung tinggi etika profesi dan kualitas pelayanan kepada pasien,” tambahnya.
Sementara itu, Kabid Pelayanan Medik RSKJ Soeprapto, Ns. Desi Martini, S.Kep, juga memberikan pengarahan teknis kepada mahasiswa terkait mekanisme praktik di lingkungan rumah sakit.
Menurutnya, selama menjalani praktik klinik para mahasiswa akan mendapatkan pendampingan langsung dari preceptor atau pembimbing klinik yang kompeten, sehingga proses pembelajaran berjalan optimal tanpa mengganggu standar pelayanan kepada pasien.
“Kami memastikan setiap mahasiswa akan dibimbing secara intensif oleh tenaga profesional. Hal ini penting agar proses pembelajaran berjalan efektif sekaligus menjaga mutu pelayanan kepada pasien tetap sesuai standar,” jelas Desi Martini.
Adapun kegiatan praktik ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi klinis, manajerial, serta kemampuan komunikasi terapeutik mahasiswa dalam menangani pasien dengan gangguan kesehatan jiwa.
Acara serah terima mahasiswa ditutup dengan penyerahan simbolis dokumen kerja sama antara pihak rumah sakit dan institusi pendidikan, dilanjutkan dengan sesi foto bersama jajaran direksi RSKJ Soeprapto, dosen pendamping, serta seluruh mahasiswa peserta praktik.
Melalui kolaborasi ini, RSKJ Soeprapto Bengkulu diharapkan terus menjadi pusat pembelajaran klinik yang mampu mencetak tenaga perawat profesional, kompeten, dan berintegritas di bidang kesehatan jiwa.
Reporter: ALfridho
Editor: ANasril





















