Dari Mojokerto ke Tulungagung: AKBP Ihram Kustarto Ambil Alih Komando, Publik Menanti Gebrakan

Tulungagung, Word Pers Indonesia – Tongkat komando Kepolisian Resor (Polres) Tulungagung resmi berpindah tangan. Jabatan Kapolres yang sebelumnya diemban oleh AKBP Muhammad Taat Resdi kini diserahkan kepada AKBP Ihram Kustarto, yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Mojokerto.

Pergantian kepemimpinan ini ditandai dengan prosesi serah terima jabatan (sertijab) yang digelar di Mapolda Jawa Timur dan dipimpin langsung oleh Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Nanang Avianto, pada Senin (12/1/2026).

Prosesi berlangsung khidmat, ditandai dengan penyematan tanda jabatan kepada pejabat lama dan pejabat baru sebagai simbol peralihan tugas, wewenang, dan tanggung jawab.

Kasi Humas Polres Tulungagung, Iptu Nanang, membenarkan pelaksanaan sertijab tersebut.

“Benar, hari ini telah dilaksanakan serah terima jabatan Kapolres Tulungagung di Polda Jawa Timur,” ujar Iptu Nanang saat dikonfirmasi.

Ia menjelaskan, mutasi jabatan ini berdasarkan Surat Telegram Kapolda Jawa Timur Nomor: ST/16/I/KEP/2026 tertanggal 7 Januari 2026.

“Dalam surat telegram tersebut, AKBP Muhammad Taat Resdi mendapat amanah baru sebagai Kapolres Malang, sedangkan jabatan Kapolres Tulungagung dipercayakan kepada AKBP Ihram Kustarto,” jelasnya.

Sertijab ini turut disaksikan oleh jajaran Pejabat Utama Polda Jawa Timur.

Jejak Prestasi AKBP Taat Resdi di Tulungagung

Selama kurang lebih 1,5 tahun memimpin Polres Tulungagung, AKBP Muhammad Taat Resdi dikenal sebagai sosok yang aktif, tegas, dan konsisten dalam penegakan hukum. Sejumlah kasus besar berhasil diungkap di bawah kepemimpinannya.

Beberapa perkara yang menyita perhatian publik antara lain pengungkapan kasus korupsi pengelolaan dana bergulir PNPM Mandiri Pedesaan periode 2010–2015 di Kecamatan Pagerwojo. Selain itu, Polres Tulungagung juga membongkar kasus penyalahgunaan Dana Desa (DD), Alokasi Dana Desa (ADD), serta dana bagi hasil pajak dan retribusi daerah di Desa Kradinan.

Di sektor perlindungan konsumen, jajaran Polres Tulungagung mengungkap peredaran minyak goreng curah ilegal yang dikemas ulang menggunakan merek “Roda Emas” tanpa izin edar resmi dan dengan berat bersih yang tidak sesuai standar.

Kasus lain yang tak kalah menyita perhatian adalah pengungkapan praktik penyalahgunaan LPG subsidi (suntik LPG) di Desa Pulerejo, Kecamatan Ngantru.

Stabilitas Kamtibmas Terjaga

Selain penegakan hukum, AKBP Taat Resdi juga dinilai berhasil menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya dalam meredam potensi konflik antar oknum perguruan silat di wilayah Tulungagung.

Sepanjang tahun 2025, tercatat nihil laporan pidana terkait konflik antar perguruan, meskipun terdapat sekitar 19 peristiwa gesekan. Seluruhnya diselesaikan secara internal melalui pendekatan kekeluargaan.

“Penyelesaian dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari musyawarah, penggantian biaya pengobatan, hingga perbaikan kerusakan sebagai bentuk empati,” terang Iptu Nanang.

Harapan di Era Kepemimpinan Baru

Dengan bergantinya pucuk pimpinan, publik berharap AKBP Ihram Kustarto dapat melanjutkan sekaligus meningkatkan kinerja Polres Tulungagung, baik dalam menjaga keamanan, menegakkan hukum, maupun membangun pendekatan humanis kepada masyarakat.

“Kami berharap kepemimpinan baru ini bisa memperkuat pelayanan kepada masyarakat serta meningkatkan profesionalisme anggota,” tutup Iptu Nanang.

Reporter: Agris
Editor: Agus.A

Posting Terkait

Jangan Lewatkan