Nyaris Jadi Tentara Bayaran di Rusia, Warga Tulungagung Tergiur Iming-Iming Gaji Rp40 Juta dan Bonus Rp400 Juta

TULUNGAGUNG, WORDPERS.ID – Tawaran pekerjaan bergaji puluhan juta rupiah justru hampir menyeret seorang warga Kabupaten Tulungagung ke situasi berbahaya. Seorang pria berinisial SA, warga Kecamatan Kedungwaru, nyaris berangkat ke luar negeri setelah tergiur iklan lowongan tentara bayaran yang muncul melalui pop-up media sosial Instagram.

Dalam tawaran tersebut, SA dijanjikan gaji mencapai Rp40 juta per bulan serta bonus sebesar Rp400 juta. Namun, di balik iming-iming penghasilan fantastis itu, terdapat sejumlah kejanggalan dalam proses perekrutan hingga rencana keberangkatannya.

Kasus ini akhirnya terungkap setelah SA membatalkan penerbangan menuju Turki melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) kemudian menangani persoalan tersebut dan memfasilitasi pemulangan korban ke Tulungagung.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Tulungagung, Ardian Candra, mengatakan pihaknya telah meminta keterangan langsung dari SA setelah yang bersangkutan kembali ke daerah asal.

“Kasus ini terungkap oleh Kementerian P2MI setelah korban membatalkan keberangkatan dari Bandara Soekarno-Hatta. Kemarin korban sudah dipulangkan dan kami lakukan klarifikasi,” kata Ardian Candra, Rabu (4/11/2026).

Berdasarkan keterangan korban kepada pihak terkait, peristiwa tersebut bermula ketika SA menemukan iklan pop-up di Instagram yang menawarkan pekerjaan sebagai tentara bayaran. Tergiur dengan penghasilan yang dijanjikan, ia kemudian menghubungi nomor kontak yang tercantum dalam iklan.

Komunikasi berlanjut ke sejumlah tahapan perekrutan. Korban bahkan diarahkan untuk berangkat dari Indonesia menuju Turki dengan menggunakan visa turis.

“Korban diminta untuk terbang menuju Turki dan mengaku sebagai turis dengan menggunakan visa turis,” ungkap Candra.

SA disebut telah mempersiapkan keberangkatan, termasuk memesan tiket penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Turki dan mengurus visa kunjungan.

BACA JUGA:  Kakorlantas Dampingi Menhub Tutup One Way Lokal Presisi Tol Trans Jawa, Arus Balik Lebaran 2026 Terkendali

Namun, kecurigaan mulai muncul ketika korban meminta kepastian pembayaran uang muka atau down payment (DP) dari bonus Rp400 juta yang sebelumnya dijanjikan. Selain bonus tersebut, pihak perekrut juga disebut menjanjikan gaji bulanan Rp40 juta.

Biaya keberangkatan sebelumnya dikabarkan akan diganti oleh pihak yang menawarkan pekerjaan. Akan tetapi, ketika korban meminta realisasi kesepakatan tersebut, janji itu tidak kunjung dipenuhi.

Situasi tersebut membuat SA mempertanyakan keseriusan tawaran pekerjaan yang diterimanya. Ia akhirnya memilih membatalkan penerbangan daripada mengambil risiko berangkat dengan proses yang dinilai tidak meyakinkan.

“Saat itu korban merasa janggal, sehingga memutuskan batal berangkat. Korban kemudian melapor ke Kementerian P2MI dan didampingi pemulangan ke Tulungagung,” jelas Candra.

Disnakertrans ingatkan warga waspada lowongan kerja luar negeri

Ardian mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap tawaran pekerjaan luar negeri yang beredar melalui media sosial, terlebih jika menjanjikan gaji dan bonus dalam jumlah besar tanpa kejelasan perusahaan maupun mekanisme perekrutan.

Calon pekerja migran diminta memastikan legalitas perusahaan penempatan, kejelasan pemberi kerja, jenis pekerjaan, dokumen perjalanan, serta prosedur keberangkatan sebelum menyetujui tawaran.

Penggunaan visa turis untuk keberangkatan yang sebenarnya bertujuan bekerja juga patut menjadi perhatian serius. Masyarakat perlu memastikan jenis visa dan dokumen yang digunakan sesuai dengan tujuan perjalanan serta ketentuan negara tujuan.

Kasus yang dialami SA menjadi peringatan bahwa tawaran kerja dengan bayaran fantastis tidak selalu menjamin keamanan. Di tengah sulitnya mencari pekerjaan, masyarakat tetap harus mengutamakan verifikasi dan keselamatan daripada tergesa-gesa mengejar janji penghasilan besar.

Reporter: Agris
Editor: ANasril

Posting Terkait

Jangan Lewatkan