Program Orang Tua Asuh Helmi Hasan Berlanjut, Pelajar Yatim dan Yatim Piatu di Bengkulu Tetap Dapat Pendampingan

BENGKULU, WORD PERS INDONESIA – Kepedulian terhadap pendidikan anak-anak yatim dan yatim piatu terus menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Bengkulu. Program Orang Tua Asuh yang diinisiasi Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, dipastikan berlanjut pada 2026 untuk membantu pelajar SMA dan SMK, terutama mereka yang membutuhkan dukungan dalam memenuhi kebutuhan pendidikan.

Program yang menjadi bagian dari gerakan Bantu Rakyat tersebut diharapkan dapat meringankan beban keluarga sekaligus menjaga semangat pelajar agar tetap bersekolah dan meraih cita-cita.

Berdasarkan data yang disampaikan, sebanyak 3.152 pelajar SMA dan SMK telah terdata sebagai anak asuh pada 2025. Program ini berlanjut pada 2026 dengan melibatkan pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu sebagai orang tua asuh.

Salah satu pejabat yang menjalankan peran tersebut adalah Eprilia Purwanti, M.H., Kepala Panti Bina Remaja Harapan pada Dinas Sosial Provinsi Bengkulu.

Di Kabupaten Kaur, program ini menjangkau tiga pelajar kelas XI SMAN 2 Kaur. Pendampingan tersebut menjadi bentuk dukungan agar kebutuhan pendidikan para pelajar tetap mendapat perhatian.

Salah satu hal yang menarik, bantuan kepada seorang pelajar bernama Herdiya Elisa Rezky disebut tetap dilanjutkan meskipun yang bersangkutan pindah mengikuti keluarganya ke Sumatera Selatan pada awal Juni 2026.

Hal tersebut menunjukkan bahwa pendampingan anak asuh tidak semata-mata dipandang sebagai kegiatan seremonial, tetapi diharapkan dapat menjaga kesinambungan dukungan terhadap pendidikan anak.

Meski demikian, rincian penyaluran bantuan dan keberlanjutan pendampingan bagi pelajar yang berpindah domisili perlu dikonfirmasi kepada pihak terkait agar informasi mengenai pelaksanaannya dapat disampaikan secara akurat.

Dalam pelaksanaannya, anak asuh diperbolehkan menyampaikan kebutuhan pendidikan kepada pejabat yang menjadi orang tua asuh. Kebutuhan tersebut dapat dibicarakan agar bentuk bantuan yang diberikan sesuai dengan kondisi dan kemampuan masing-masing pihak.

BACA JUGA:  Percepat Perkembangan Ekonomi Desa, Pemprov Bengkulu Akan Bentuk Tim Khusus

Komunikasi yang terbuka menjadi bagian penting dalam program ini. Dengan begitu, dukungan dapat diarahkan pada kebutuhan yang benar-benar diperlukan pelajar, tanpa mengabaikan kemampuan orang tua asuh dalam memberikan pendampingan.

Program Orang Tua Asuh juga menempatkan kepedulian sosial sebagai tanggung jawab bersama. Dukungan terhadap pendidikan tidak hanya berkaitan dengan bantuan materi, tetapi juga perhatian dan dorongan agar anak-anak tetap memiliki kesempatan untuk berkembang.

Untuk memastikan program berjalan, pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu memiliki kewajiban jumlah anak asuh yang berbeda sesuai jenjang jabatan.

Berdasarkan keterangan dalam bahan pemberitaan, pejabat eselon II diwajibkan mendampingi enam anak asuh, pejabat eselon III sebanyak tiga anak asuh, sedangkan pejabat eselon IV sebanyak dua anak asuh.

Keterlibatan pejabat tersebut diharapkan memperluas jangkauan bantuan kepada pelajar yang membutuhkan, khususnya anak yatim dan yatim piatu di jenjang SMA dan SMK.

Keberlanjutan program ini menjadi penting karena pendidikan merupakan salah satu jalan bagi anak-anak untuk membangun masa depan yang lebih baik. Dukungan yang tepat dapat membantu mereka menghadapi keterbatasan sekaligus menjaga peluang untuk menyelesaikan pendidikan.

Melalui Program Orang Tua Asuh, Pemerintah Provinsi Bengkulu diharapkan terus memperkuat kepedulian terhadap pelajar yang membutuhkan. Ukuran keberhasilan program bukan hanya jumlah anak yang terdata, tetapi juga kesinambungan pendampingan dan manfaat nyata yang dirasakan penerima.

Reporter: Iman. Sp
Editor: Anasril

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

News Feed