Rakor Kabupaten Sehat, Muba Optimalkan Data Menuju Penilaian KKS 2026

Sekayu, Word Pers Indonesia — Tim Pembina Kabupaten Musi Banyuasin Sehat menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) di Ruang Rapat Guest House Griya Bumi Serasan Sekate, Selasa (19/5/2026). Rakor tersebut membahas persiapan sekaligus optimalisasi data untuk penilaian Kabupaten/Kota Sehat (KKS).

Ketua Forum Kabupaten Sehat Musi Banyuasin, Hj. Patimah Toha, mengatakan capaian Kabupaten Musi Banyuasin selama ini merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak.

“Berkat keberhasilan dan pencapaian bersama dalam menjaga kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat, Kabupaten Musi Banyuasin mendapatkan pengakuan nasional berupa penghargaan Kabupaten/Kota Sehat Swasti Saba Kategori Wiwerda dari Kementerian Kesehatan RI,” ujarnya.

Menurut Hj. Patimah, keberlanjutan program Kabupaten/Kota Sehat tidak dapat dilakukan secara parsial. Dukungan pemerintah daerah, perangkat kecamatan dan desa, puskesmas, hingga masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga perubahan perilaku menuju lingkungan yang sehat.

Ia juga meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bergerak cepat menindaklanjuti hasil penilaian tim teknis.

“Sesuai yang telah disampaikan tim teknis Sekretariat Kabupaten Muba Sehat terkait hasil penilaian KKS tahun 2025, saya harap seluruh perangkat daerah yang dokumennya disebutkan dapat segera menyiapkan kebutuhan administrasi dan menugaskan timnya melakukan pengisian data pada aplikasi Si Pantas. Batas akhir entri dokumen pada 31 Mei 2026,” tegasnya.

Hj. Patimah optimistis seluruh dokumen yang dibutuhkan telah tersedia karena program dan kegiatan sudah berjalan sepanjang tahun 2025.

“Mari bersama-sama berkomitmen mengoptimalkan setiap upaya demi memenuhi kriteria Kabupaten Sehat,” tambahnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Muba, Dr. Hj. Zwesty Wisma Devi, menjelaskan penghargaan Swasti Saba merupakan bentuk apresiasi nasional bagi daerah yang berhasil menciptakan kawasan bersih, aman, nyaman, dan sehat melalui berbagai program kesehatan lingkungan.

BACA JUGA:  Viral! Parcel Lebaran Disaring Pakai UKW, Wartawan Muba Meradang: Kepedulian atau Seleksi Terselubung?

“Penghargaan ini diberikan kepada daerah yang sukses mencapai standar tertentu dalam menciptakan lingkungan sehat bagi masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan, penilaian Kabupaten/Kota Sehat dilakukan setiap dua tahun sekali sehingga dibutuhkan sinergi seluruh OPD terkait.

“Kita membutuhkan sinergi antar-OPD agar harapan bersama untuk mempertahankan dan meningkatkan capaian Kabupaten Sehat dapat terwujud,” pungkasnya.