Soal Listrik Janji Sapuan-Wasri Tidak Bisa Dipercaya, Rakyat Mukomuko Selalu Dikecewakan PLN

Mukomuko, Word Pers Indonesia – Janji yang diucapkan Sapuan dan Wasri di media cetak harian Radar Mukomuko Tahun 2020, seperti panggang jauh dari api, mulai digugat Rakyat Mukomuko bahwa listrik tidak akan sering “byar-pet” Atau mati hidup Sehingga ada hari-hari dimana Rakyat Mukomuko hidup dalam “kegelapan” Menyebabkan banyak aktivitas menggunakan listrik terhenti tidak bisa beroperasi. Menyebabkan rakyat pasti mengalami kerugian material dan imaterial.

Faktanya sebaliknya dari tahun 2020 hingga 2023, listrik justru sering padam di Kabupaten Mukomuko, sebagai kepala daerah, Sapuan dan Wasri seperti tidak punya kuasa sebagai kepala daerah menggugat dan meminta tanggung pihak Perusahaan listrik negara (PLN) agar rakyat yang dipimpin sebagai pelanggan tetap PLN, tidak dikecewakan dengan pelayanan tidak maksimal, PLN memutuskan aliran listrik ke rumah rakyat, sering mati lampu secara tiba-tiba tanpa alasan yang jelas.

Seperti yang terjadi malam, Rabu (09/08/2023), Darmono warga Desa Lubuk Sanai III, Kecamatan XIV Koto Kabupaten Mukomuko, dikejutkan dengan listrik yang tiba-tiba padam sekitar pukul 22.50 WIB . Padahal saat itu tak ada hujan tak ada angin.

Pemadaman list secara tiba-tiba ini tentu saja sangat mengecewakan, sangat mengganggu orang yang tengah bekerja menggunakan peralatan elektronik sangat membutuhkan suplai energi listrik.

“Tentu saja sangat mengecewakan, karena kemarin sudah mati lampu dan hari ini terulang kembali hampir tiap hari mas, apa lagi menjelang magrib. Padahal saya sedang mengerjakan tugas di laptop,” ungkap Darmono, salah seorang warga.

Keluhan juga diungkapkan warga lainya, Risma yang selalu setiap bulan selalu lancar dalam melakukan pembayaran tagihan listrik yang cukup besar.

Namun pelayanan yang diberikan sangat tidak memuaskan pelanggan, karena hampir setiap hari masih sering mati lampu.

Sebagai Rakyat Mukomuko yang ingin aktivitas berjalan lancar karena kebutuhan listrik yang maksimal, menuntut PLN meningkatkan kapasitas peralatan, meningkatkan pelayanan agar tidak mengecewakan pelanggan. Tuntut Risma. (Red)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan