Mukomuko, Word Pers Indonesia – Komitmen Pemerintah Kabupaten Mukomuko dalam memperkuat agenda pembangunan berkelanjutan kembali ditegaskan. Melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida), Pemkab Mukomuko memfasilitasi forum diskusi strategis bersama investor dan lembaga internasional terkait riset konservasi bentang hutan bernilai tinggi di wilayah Mukomuko.
Diskusi yang digelar pada Kamis, 26 Februari 2026, di ruang rapat Bupati tersebut menghadirkan manajemen PT Sipef Biodiversity, diwakili Mr. Matthew (Amerika Serikat), serta Yanda dari Acronesia Indonesia, sebuah NGO internasional yang tengah menjalankan inisiatif landscape conservation di kawasan hutan Mukomuko.
Pertemuan penting itu dibuka langsung oleh Bupati Mukomuko, didampingi Wakil Bupati dan Sekretaris Daerah, serta jajaran pimpinan perangkat daerah terkait.
Riset Hutan untuk Mukomuko Hijau dan Berdaya Saing
Program riset ini difokuskan pada pemetaan kondisi aktual hutan di Kabupaten Mukomuko, sekaligus merancang model pelestarian ekologis yang tetap memberi manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat penyangga kawasan hutan.
Bupati Mukomuko menegaskan bahwa riset ini harus menjadi pijakan kebijakan strategis daerah, bukan sekadar kajian akademik.
“Kami menyambut baik inisiatif ini. Namun yang lebih penting adalah bagaimana hasil riset nantinya dapat menjadi dasar perumusan kebijakan yang memperkuat ekonomi masyarakat sekitar hutan. Kolaborasi multipihak mutlak diperlukan,” tegas Bupati dalam forum diskusi.
Menurutnya, Mukomuko memiliki potensi kawasan hutan yang besar dan perlu dikelola dengan pendekatan ilmiah, terukur, serta berorientasi pada keberlanjutan jangka panjang.

Bapperida Pastikan Selaras dengan Dokumen Perencanaan
Kepala Bapperida Kabupaten Mukomuko, Singgih Pramono, M.H., dalam paparannya menekankan bahwa riset tersebut harus selaras dengan dokumen perencanaan daerah, termasuk RPJMD dan rencana sektoral lainnya.
“Keselarasan dengan dokumen perencanaan menjadi kunci. Dengan begitu, program turunan hasil riset dapat diintegrasikan secara konkret dan berkelanjutan,” ujar Singgih.
Ia menambahkan, pertemuan ini merupakan tahap awal. Ke depan akan digelar diskusi teknis lanjutan antara NGO periset dan perangkat daerah teknis untuk mematangkan skema implementasi, termasuk peluang pendanaan melalui mekanisme non-APBD.
“Kita berharap pembiayaan program dapat diakomodasi melalui skema di luar APBD sehingga tidak membebani keuangan daerah,” tambahnya.
Apresiasi Mitra Internasional
Mr. Matthew dari PT Sipef Biodiversity menyampaikan apresiasi atas sambutan terbuka dari Pemkab Mukomuko. Ia menilai komitmen pemerintah daerah menjadi faktor penting keberhasilan program konservasi berbasis lanskap.
“Kami sangat terkesan dengan dukungan dan keterbukaan Pemerintah Kabupaten Mukomuko. Ini menjadi fondasi kuat untuk membangun kolaborasi yang lebih spesifik dan terarah,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Yanda dari Acronesia Indonesia, yang menegaskan kesiapan pihaknya untuk memperkuat kerja sama teknis bersama perangkat daerah.
Menuju Ekonomi Hijau Mukomuko
Forum ini menjadi langkah awal menuju penguatan ekonomi hijau di Mukomuko, di mana pelestarian hutan tidak lagi diposisikan sebagai hambatan pembangunan, melainkan sebagai aset strategis yang mampu mendongkrak kesejahteraan masyarakat.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah, sektor swasta, dan lembaga internasional, Mukomuko berpeluang menjadi model pengelolaan bentang hutan berkelanjutan di tingkat regional maupun nasional.
Reporter: Bambang
Editor: Anasril































