Tulungagung, Word Pers Indonesia – Kehadiran bayi laki-laki yang ditemukan dalam kardus di Desa Demuk, Kecamatan Pucanglaban, memicu simpati luar biasa dari masyarakat. Sejak dirawat di Puskesmas Pucanglaban, belasan ibu berbondong-bondong mendatangi puskesmas dengan harapan bisa mengadopsi bayi malang tersebut.
Suasana haru menyelimuti area Puskesmas Pucanglaban sejak Rabu (21/5/2026). Banyak pasangan yang datang membawa harapan besar untuk menjadi orang tua bagi bayi tersebut, termasuk mereka yang telah menanti kehadiran buah hati selama belasan tahun.
Riska (33), seorang warga asal Kecamatan Kademangan, Blitar, tampak terpukul namun tetap berharap. Ia mendampingi saudaranya yang sudah 13 tahun mendambakan kehadiran anak. Bagi mereka, bayi ini adalah jawaban atas doa yang dipanjatkan selama belasan tahun.
“Kami sangat berharap diberi kesempatan untuk merawat bayi itu. Sudah 13 tahun lamanya saudara saya menanti kehadiran momongan,” ungkap Riska dengan mata berkaca-kaca.
Namun, antusiasme warga harus berhadapan dengan regulasi. Banyak calon orang tua angkat yang akhirnya memahami bahwa proses pengangkatan anak tidak bisa dilakukan secara instan. Mereka harus melalui serangkaian prosedur hukum dan administratif yang ditetapkan oleh Dinas Sosial.
Petugas Dinas Sosial Kabupaten Tulungagung, Akrin Nur Huda, menegaskan bahwa pihaknya saat ini fokus pada pemulihan kesehatan bayi dan kelengkapan administrasi. Setelah tahapan tersebut selesai, bayi akan segera dipindahkan.
“Jika semua berkas sudah lengkap, bayi ini akan dibawa ke UPT Perlindungan dan Pelayanan Sosial Asuh Balita Sidoarjo. Statusnya kini menjadi anak negara,” jelas Akrin.
Ia menambahkan, bagi masyarakat yang berminat mengadopsi, pemerintah tetap membuka pintu pendaftaran. Namun, setiap calon orang tua wajib melewati proses verifikasi yang sangat ketat untuk menjamin kesejahteraan masa depan bayi tersebut.
“Kami akan melakukan kunjungan rumah hingga pengecekan kemampuan ekonomi calon orang tua. Semua tahapan ini demi memastikan anak ini nantinya tumbuh dalam lingkungan keluarga yang layak dan penuh kasih sayang,” tegasnya.
Meski prosedur yang ditetapkan cukup panjang, banyak calon orang tua tetap bertahan di sekitar puskesmas. Mereka berharap bisa mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai masa depan bayi yang kini seolah menjadi rebutan banyak hati yang tulus
















