Kisah Bias Rijal Akbar: Dari Jember Merantau ke Tulungagung, Kini Raih Gelar S.H. dan Bertekad Jadi Mediator

Tulungagung, Word Pers Indonesia — Tekad yang kuat untuk menimba pengalaman di luar daerah berbuah manis bagi Bias Rijal Akbar. Pemuda berusia 23 tahun asal Desa Balunglor, Kecamatan Balung, Kabupaten Jember ini resmi menyandang gelar Sarjana Hukum (S.H.) setelah sukses menyelesaikan studi tepat waktu selama 4 tahun (8 semester) di Universitas Islam Negeri (UIN) Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung.

Ketua Umum Selingkarwilis ini berhasil mempertahankan tugas akhir skripsinya pada Program Studi Hukum Keluarga Islam, Fakultas Syari’ah dan Ilmu Hukum (FASIH).

Alasan Memilih Kampus Dakwah dan Peradaban

Saat diwawancarai mengenai alasannya merantau dan memilih UIN SATU Tulungagung, Bias mengungkapkan bahwa reputasi kampus tersebut menjadi daya tarik utama, di samping keinginannya untuk keluar dari zona nyaman.

“Saya memilih UIN SATU Tulungagung karena kampusnya sangat bagus, terutama dalam hal penelitian. Kampus ini dikenal sebagai kampus dakwah dan peradaban,” ujar Bias.

Selain faktor akademis, alasan sosiologis dan ekonomi juga melatarbelakangi keputusannya. “Saya memilih kuliah di luar kota agar bisa mendapatkan banyak pengalaman baru. Di sisi lain, biaya hidup di Tulungagung terbilang sangat terjangkau, dan kabupaten ini memiliki kekayaan budaya yang luar biasa menurut saya,” tambahnya.

Tertarik Ilmu Sosial dan Target Menjadi Mediator

Mengenai pilihannya jatuh pada Program Studi Hukum Keluarga Islam, pemuda yang memiliki ketertarikan pada dunia politik dan isu-isu sosial keislaman ini mengaku menemukan ruang berkembang yang tepat di Fakultas Syari’ah dan Ilmu Hukum. Setelah mendalami perkuliahan, ia menyadari bahwa dunia hukum sangat menarik untuk ditekuni.

Meski telah meraih gelar S.H., Bias tidak berpuas diri. Ia menyadari bahwa tantangan di dunia profesional membutuhkan sertifikasi lanjutan.

BACA JUGA:  Sekda Tulungagung Menghilang! Pelantikan Jabatan Baru Batal, Rumah Terkunci, HP Mati

“Alhamdulillah bisa sampai di titik mendapatkan gelar S.H. Namun, ternyata untuk ke depan perlu sekolah profesi lagi. Rencana setelah wisuda nanti, saya ingin melanjutkan ke sekolah profesi Mediator. Targetnya nanti bisa mengabdi dan bekerja di pos mediasi, baik di Pengadilan Agama maupun Pengadilan Negeri,” ungkapnya optimis.

Persembahan Istimewa untuk Orang Tua

Di balik senyum bahagianya setelah dinyatakan lulus sidang skripsi, ada rasa haru yang mendalam. Pencapaian akademis dan organisatoris yang ia raih di bumi Tulungagung ini tidak lepas dari doa dan dukungan besar dari orang tuanya.

Dengan nada penuh syukur, pemuda asal Jember ini mendedikasikan momentum bersejarah dalam hidupnya tersebut untuk keluarga tercinta.

“Gelar ini kupersembahkan istimewa untuk Ayah tercinta dan Almarhumah Ibu tercinta,” tutur Bias dengan penuh haru.

Keberhasilan Bias Rijal Akbar diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan bagi keluarga dan organisasi Selingkarwilis yang dipimpinnya, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan jarak dan perantauan bukanlah penghalang untuk mengukir prestasi akademis yang gemilang.