Bengkulu, Word Pers Indonesia – Kondisi ruas jalan Benton wilayah Sebakul–Betungan kembali menjadi sorotan. Kerusakan jalan yang cukup parah di kawasan Sebakul dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama pengendara roda dua yang melintas pada malam hari maupun saat hujan turun.
Pantauan di lapangan menunjukkan sebuah lubang besar menganga di badan jalan dan disebut telah dibiarkan selama berbulan-bulan tanpa perbaikan. Kondisi tersebut memicu keresahan warga karena berada di jalur yang cukup padat dilalui kendaraan masyarakat maupun angkutan barang.
Sejumlah warga mengaku khawatir kerusakan jalan tersebut dapat memicu kecelakaan lalu lintas jika tidak segera ditangani pemerintah.
“Kalau malam sangat berbahaya karena lubangnya cukup dalam. Saat hujan juga sering tidak terlihat oleh pengendara,” ungkap salah seorang warga sekitar.
Saat dikonfirmasi terkait kondisi jalan tersebut, pihak PPK 2.1 selaku pelaksana pembangunan jalan tahun 2024 belum memberikan tanggapan.
Sementara itu, Kepala Satuan Kerja (Satker) Wilayah 2 BPJN Bengkulu, Suwarno, menjelaskan bahwa status ruas jalan Sebakul–Betungan sebelumnya masih berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Bengkulu.
Namun, berdasarkan surat edaran dari Kementerian Pekerjaan Umum, ruas jalan tersebut kini telah kembali menjadi tanggung jawab Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Bengkulu.
“Memang benar ruas jalan itu sudah kembali menjadi milik BPJN Bengkulu. Tetapi sampai sekarang proses serah terima belum dilakukan, sehingga kami belum bisa melakukan perbaikan,” jelas Suwarno.
Ia menambahkan, pihak BPJN masih menunggu penyelesaian administrasi dan proses serah terima aset sebelum penanganan kerusakan dapat dilakukan.
Kondisi ini membuat masyarakat berharap pemerintah segera mengambil langkah cepat agar kerusakan tidak semakin parah dan membahayakan pengguna jalan.
Ruas Sebakul–Betungan sendiri diketahui menjadi salah satu akses vital di Bengkulu karena menjadi jalur penghubung aktivitas masyarakat dan distribusi logistik.
Jika tidak segera diperbaiki, kerusakan dikhawatirkan akan terus melebar seiring tingginya volume kendaraan yang melintas setiap hari.
“Jangan sampai menunggu korban dulu baru diperbaiki,” keluh warga lainnya.
Masyarakat kini menanti kepastian pemerintah terkait kapan proses serah terima selesai dan perbaikan jalan bisa segera dilakukan.
Reporter: Agus
Editor: ANasril
