Lomba Burung Berkicau SMM Bengkulu Batal Mendadak, Dana Peserta Diduga Dibawa Kabur Oknum Panitia

Bengkulu, Word Pers Indonesia — Rencana pelaksanaan lomba burung berkicau yang digagas SMM Bengkulu mendadak dibatalkan, memicu gelombang kekecewaan di kalangan kicau mania. Pembatalan ini diduga kuat dipicu oleh raibnya dana pendaftaran peserta yang disebut-sebut dibawa kabur oleh salah satu oknum panitia.

Informasi yang dihimpun, event tersebut sejatinya dijadwalkan berlangsung dengan melibatkan puluhan hingga ratusan peserta dari berbagai daerah di Provinsi Bengkulu dan sekitarnya. Para peserta telah menyetor uang pendaftaran atau insert sesuai kelas yang diikuti, jauh hari sebelum hari H.

Namun, situasi berubah drastis ketika panitia tak kunjung memberikan kepastian teknis pelaksanaan lomba. Ketidakjelasan ini memuncak setelah salah satu panitia yang memegang dana pendaftaran tak dapat dihubungi.

“Kami sudah setor uang. Tapi sampai hari ini tidak ada kepastian lomba, dan orang yang pegang uangnya tidak bisa dihubungi,” ujar salah satu peserta yang meminta identitasnya dirahasiakan, Jumat (17/1/2026).

Kabar tersebut sontak menyebar luas di kalangan komunitas burung kicau. Sejumlah peserta mengaku mengalami kerugian ganda, baik secara materi, waktu, maupun persiapan yang telah dilakukan.

“Ini bukan sekadar soal uang. Kami sudah persiapkan burung, latihan, transportasi, bahkan ada yang datang dari luar kota. Kalau begini caranya, jelas sangat merugikan,” kata peserta lainnya dengan nada kecewa.

Situasi semakin rumit setelah muncul informasi bahwa oknum panitia yang diduga membawa dana tersebut kini berada di salah satu rumah sakit di Kota Bengkulu. Berdasarkan keterangan sumber internal, yang bersangkutan diduga sempat menenggak racun, meski motifnya belum dapat dipastikan.

“Katanya sekarang dirawat di rumah sakit. Apakah karena tekanan, frustasi, atau sebab lain, kami juga belum tahu pasti,” ungkap seorang informan.

BACA JUGA:  Dedy Minta Semua Pihak Wujudkan Kota Bengkulu Zero Stunting

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak panitia SMM Bengkulu. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan. Sejumlah peserta mendesak adanya tanggung jawab terbuka, termasuk pengembalian dana pendaftaran.

Tak sedikit pula yang meminta agar persoalan ini dibawa ke jalur hukum jika tidak ada itikad baik.

“Kalau tidak ada kejelasan, kami sepakat untuk melapor. Ini sudah masuk dugaan penipuan,” tegas seorang peserta.

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya profesionalisme dan transparansi dalam penyelenggaraan event komunitas, khususnya yang melibatkan dana publik dalam jumlah besar.

Editor: Anasril

Posting Terkait

Jangan Lewatkan