POLRI Presisi Tak Hadapi Aksi Mahasiswa Tolak Penundaan Pemilu dan Tolak Presiden Tiga Periode Dengan Represif !!
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menggagas transformasi kepolisian masa depan melalui Konsep POLRI PRESISI (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi dan Berkeadilan). Konsep ini mengutamakan pendekatan prediktif dalam menyikapi permasalahan keamanan dan menciptakan keteraturan sosial;
Konsekuensi dari konsepsi ini adalah POLRI semestinya sudah dapat memprediksi akan adanya reaksi nasional atas keinginan beberapa Partai Politik dan Segelintir Pejabat yang mewacanakan Penundaan Pemilu dan Perpanjangan Masa Jabatan Presiden menjadi 3 Periode;
Sikap protes dan aksi mahasiswa adalah asap dari sumber api upaya politik penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden menjadi 3 periode, dan oleh sebab itu jika ada upaya represif POLRI, maka Langkah itu patutlah ditujukan pada sumber apinya, bukan pada sikap protes dan aksi-aksi mahasiswa !
Pernyataan Presiden Jokowi dalam sidang kabinet paripurna di Istana negara, selasa, 5 April 2022 yang melarang menteri bicara penundaan pemilu dan presiden 3 periode adalah langkah menghentikan sumber api gejolak nasional, meskipun publik terlanjur berspekulasi atas wacana tersebut.
Oleh sebab itu, kami meminta Kapolri, Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo segera mengeluarkan instruksi kepada jajarannya untuk bersikap persuasif dan tidak menghalang-halangi upaya warga negara menyampaikan pendapat dimuka umum secara damai dan tertib, sebab adigium Keselamatan Rakyat adalah Hukum Tertinggi (Solusi Populi Supreme Lex Esto) terwujud jika kita mempedomani Konstitusi sebagai Hukum Tertinggi.
Bagaimanapun kemandirian POLRI saat ini adalah hasil dari aksi-aksi mahasiswa dalam peristiwa ’98, dan POLRI jangan lupakan sejarah (Jasmerah) itu !
Jakarta, 10 April 2022, Oleh: HASANUDDIN (Koordinator SIAGA ‘98)
#TolakTundaPemilu
#TolakPresidenTigaPeriode