PUPR Aceh Barat Bangun Drainase Dikawasan Kota Cegah Banjir

Aceh Barat : WordPers Indonesia : Upaya kabupaten Aceh barat Guna mencegah banjir kota di kawasan Kota Meulaboh ibukota melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) tahun ini kembali melakukan rehabilitasi dan pembangunan saluran kawasan kota.

Rehab drainase dilakukan di sejumlah titik yang dinilai rawan genangan air saat hujan deras dengan intensitas tinggi melanda kabupaten tersebut.

Kepala Dinas Kabupaten Aceh Barat, Kurdi menyebutkan, pada tahun ini pihaknya merehab sepanjang 3.078 meter secara keseluruhan.

Adapun kawasan yang dilakukan rehab atau dibangun ulang yakni Jalan Swadaya, Jalan Nasional, Jalan Sisingamangaraja,dan Jalan Bungong Jaroe.

Kepala Dinas PUPR Aceh Barat, Kurdi menyebutkan, kegiatan peningkatan drainase kawasan perkotaan dilakukan lantaran selama ini genangan air di badan jalan sering terjadi ketika hujan deras berlangsung dalam waktu lebih dari tiga jam, sehingga sering menimbulkan keluhan bagi warga.

“Tahun ini ada empat titik di Kecamatan Johan Pahlawan yang di rahab atau dilakukan peningkatan. Meliputi Jalan swadaya, Jalan Nasional, Jalan Sisingamangaraja dan Bungong Jaroe. Rehab kita lalukan guna mencegah banjir genangan,” kata Kadis PUPR Kurdi.

Kurdi menjelaskan, untuk panjang masing-masing titik dilakukan secara bervariasi dinilai dari kondisi dan kebutuhan penangananganan di daerah tersebut.

Kurdi merincikan dari panjang rehab yang dilakukan tersebut, untuk Jalan Nasional panjang total yang akan di rehab mencapai 1.764 meter, untuk jalan Swadaya 520 m, Sisinga mangaraja 350 m, dan Bungong Jaroe 444 m.

“Untuk rehab kita lakukan secara bervariasi di kawasan tersebut sesuai kebutuhan penanganan sesuai kondisi. Kalau secara total panjangnya itu ada 3 km [kilo meter] dengan rincian 1.764 meter itu kawasan jalan nasional, Swadaya 520 meter, di SM Raja ada 350 m dan 400 meter di Bungong Jaroe,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Praktik Mafia Tanah di Bengkulu Akan Terus Diungkap

Disebutkan Kurdi, untuk peningkatan drainase tersebut anggarannya bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA).

Kurdi menambahkan, pihaknya akan terus berupaya melakukan pembangunan drainase dan memperbaiki saluran agar tidak terjadi banjir genangan di badan jalan yang sehingga menimbulkan ancaman kecelakaan bagi penguna jalan.