Mukomuko, Word Pers Indonesia — Warga Desa Mekar Mulya–Bandar Jaya, Kecamatan Penarik, Kabupaten Mukomuko, mengeluhkan lambannya respons Dinas Sosial (Dinsos) terhadap keberadaan seorang pria yang diduga mengalami gangguan jiwa (ODGJ) dan dinilai semakin meresahkan lingkungan permukiman.
Pria tersebut disebut telah lama berkeliaran di sekitar pemukiman warga. Selain mondar-mandir hampir setiap hari, yang bersangkutan juga kerap menunjukkan perilaku yang mengganggu, bahkan mengambil pakaian warga yang dijemur, khususnya pakaian dalam perempuan.
Salah satu warga, Sari, mengaku situasi ini sudah membuat masyarakat tidak nyaman dan berharap ada tindakan cepat dari pemerintah daerah.
“Setiap hari dia bolak-balik di jalan ini. Kalau kita lengah, pakaian di jemuran bisa diambil. Kami berharap dinas terkait segera turun tangan, karena ini sudah sangat meresahkan,” ujar Sari.
Menurut keterangan warga, kondisi tersebut bukan baru terjadi, melainkan sudah berlangsung cukup lama tanpa penanganan konkret dari pihak berwenang. Warga menilai, selain mengganggu ketertiban, situasi ini juga berpotensi membahayakan jika tidak segera ditangani secara tepat.
Masyarakat juga menekankan bahwa penanganan bukan hanya soal penertiban, tetapi juga memastikan yang bersangkutan mendapatkan perawatan medis dan pendampingan yang layak.
“Kami tidak ingin ada hal yang tidak diinginkan. Harapan kami, yang bersangkutan bisa dibawa untuk mendapatkan penanganan yang lebih baik,” tambah warga lainnya.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Dinas Sosial Mukomuko, Dodi Harsono, memberikan respons singkat saat dikonfirmasi awak media.
“Terima kasih informasinya, akan kami laporkan ke Kepala Dinas untuk arahan lebih lanjut,” ujarnya melalui pesan suara.
Jawaban tersebut justru memicu pertanyaan di tengah masyarakat terkait kecepatan respons dinas dalam menangani persoalan sosial yang bersentuhan langsung dengan keamanan dan kenyamanan warga.
Kondisi ini menjadi catatan serius bagi Dinsos Mukomuko agar tidak terkesan lamban, terutama dalam kasus yang membutuhkan penanganan cepat dan terpadu antara pemerintah, tenaga kesehatan, serta aparat setempat.
Reporter: Bambang
Editor: ANasril






























