“Jual 10 Proyek Strategis ke Investor! Dari Sawit Raksasa hingga Green Investment, Siap Jadi Primadona Bengkulu”
Mukomuko, Word Pers Indonesia — Pemerintah Kabupaten Mukomuko mulai tancap gas mempromosikan potensi daerah ke level nasional hingga internasional. Dalam forum investasi yang difasilitasi oleh Bank Indonesia, Pemkab Mukomuko memaparkan sejumlah peluang strategis yang diklaim siap menarik minat investor.
Dalam forum yang juga dihadiri perwakilan Kementerian PPN/Bappenas dan BKPM RI, Sekretaris Daerah Mukomuko, Marjohan, didampingi Kepala Bapperida Singgih Pramono, menyampaikan langsung arah kebijakan investasi daerah yang kini berfokus pada konsep green sustainability investment.
“Kami menawarkan peluang investasi yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga berkelanjutan dan selaras dengan isu global,” tegas Marjohan dalam forum tersebut.

Dalam paparannya, Pemkab Mukomuko membawa sedikitnya 10 rencana investasi unggulan yang siap ditawarkan kepada investor lokal, nasional, hingga internasional. Fokus utamanya adalah pengembangan sektor berbasis sumber daya alam yang dipadukan dengan prinsip keberlanjutan.
Kepala Bapperida, Singgih Pramono, bahkan menyebut Mukomuko sebagai “mutiara tersembunyi” di Provinsi Bengkulu yang selama ini belum tergarap maksimal.
“Mukomuko memiliki potensi kelapa sawit terbesar, industri CPO skala besar, kawasan maritim, hingga kawasan konservasi yang sangat luas. Ini peluang besar yang belum sepenuhnya disentuh,” ungkap Singgih Pramono.
Sejumlah sektor unggulan yang dipromosikan antara lain industri kelapa sawit dan turunan CPO, potensi kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), hutan konsesi, hingga sektor pariwisata berbasis konservasi seperti penyu, mangrove, dan ekosistem pesisir.
Tak hanya itu, Pemkab juga menawarkan peluang investasi pada pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular serta penyediaan sumber air baku berkualitas tinggi.
Pemkab Mukomuko menegaskan bahwa penguatan hilirisasi industri menjadi strategi utama untuk mendongkrak pendapatan daerah sekaligus membuka lapangan kerja baru.
Selain itu, posisi Mukomuko sebagai salah satu pemasok CPO terbesar di Bengkulu dinilai strategis dalam mendukung program nasional kemandirian energi, termasuk peluang dalam perdagangan karbon (carbon trading) untuk menekan emisi gas rumah kaca.
“Kami ingin potensi ini tidak hanya dieksploitasi, tetapi dikelola secara bijak dan berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Meski peluang terbuka lebar, tantangan terbesar kini adalah bagaimana memastikan minat investor benar-benar berujung pada realisasi proyek, bukan sekadar paparan di forum.
Dengan mengusung konsep investasi hijau, Pemkab Mukomuko berharap mampu menarik perhatian pemerintah pusat dan sektor swasta untuk masuk dan berinvestasi secara konkret.
Kini, Mukomuko tak hanya menjual potensi, tetapi mulai menantang diri untuk membuktikan bahwa daerah ini layak menjadi kekuatan ekonomi baru di Bengkulu.
Reporter: Bambang
Editor: ANasril





























