Sosok Walikota Bengkulu, Orang Biasa Yang Telah Melakukan Hal Luar Biasa

Oleh : Eko Agusrianto*

Helmi Hasan, bila tidak berada di kantornya, orang yang tidak mengenalnya akan menganggap sebagai orang yang biasa saja. Memang, Helmi selalu berpenampilan biasa saja, sebagaimana warga umumnya. Pakaian yang dikenakan pun biasa saja. Ia lebih suka mengenakan baju gamis dan peci, bila memiliki urusan dan keperluan. Begitu pula dengan sepadu dan sandal yang dikenakan, pun biasa seperti warga umumnya.

Helmi sepertinya memang bukanlah kacang lupa kulitnya, kedua orangnya yang sudah almarhum, Hasan Harun dan Juariah, adalah warga biasa, bukan dari kalangan ningrat atau berpunya di kampungnya di Kota Bengkulu. Besar dan tumbuh dari keluarga bersahaja itulah Helmi kemudian ditempa menjadi pribadi yang juga biasa saja dan bersahaja. Kebersahajaan itu pula yang terus ditanamkan bagi anak-anak dan keluarganya yang sekarang tumbuh dalam lingkungan pendidikan agama dan umum.

Besar dan berkembang di tengah keluarga apa adanya itu Helmi kemudian semakin terasah kepekaan dan jiwa sosialnya. Hal itu membuatnya memilih aktif di berbagai kegiatan sosial. Sejak kuliah dia aktif di kegiatan kemahasiswaan dengan menjadi senat mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Bengkulu. Selain itu, ia juga menjadi dewan perwakilan mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Bengkulu, dan aktif di berbagai organisasi kemahasiswa ekstra kampus. Setelah lulus kuliah, ia juga aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, dengan menjadi Pembina Badan Kerukunan Mahasiswa Bengkulu Selatan.

Pengabdiannya kepada masyarakat semakin diperluas dengan terjun dalam kegiatan politik. Ia bergabung dengan Partai Amanat Nasional (PAN), salah satu partai yang lahir pada era reformasi. Helmi bergabung dengan Partai Amanat Nasional sejak tahun 2005 lalu, hingga kini. Pengabdian di politik di PAN ini kemudian menghantarkan Helmi menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Bengkulu. Pengabdiannya sebagai wakil rakyat tingkat kota dirasakan betul manfaatnya oleh warga, atas dukungan warga pula Helmi kemudian menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Propinsi Bengkulu, di sini dirinya diulat untuk menjadi pimpinan DPRD.

BACA JUGA:  Reaksi Cepat, DPUPR Bangun Kembali Rumah Warga Korban Kebakaran

Pengabdian yang dianggap berhasil oleh warga, membuat Helmi didorong untuk menjadi Walikota Bengkulu pada 2013 lalu. Memang, jika rakyat sudah berkehendak Helmi yang biasa saja itu kemudian terpilih selama dua periode menjadi Walikota Bengkulu. Helmi merasa seperti berhutang kepada rakyat yang begitu baik memberi kepercayaan amanah kepadanya, tidak mau menyia-nyiakan kesempatan berbuat baik yang lebih luas lagi. Sejak menjabat sebagai Walikota Bengkulu, berbagai program inovasi dan kreatif dibuat untuk membuat warganya semakin bahagia dan senang.

Salah satunya adalah program yang betul-betul mengistimewakan warganya, dengan fasilitas dan pelayanan yang special, berupa penyediaan mobil dinas Alphard yang digunakan untuk pernikahan warga. Program ini mendapat apresiasi dan kekaguman dari tokoh nasional seperti Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Saat berkunjung ke Bengkulu, Ganjar melontarkan kekagumannya pada sosok dari Walikota Bengkulu, Helmi Hasan. Ganjar mengaku baru pertama kali mendengar ada program begitu spesial.

“Saya baru sekali ini dengar Pemerintah beli Mobil Dinas (Mobnas) Alphard yang digunakan untuk mangantar masyarakat nikah. Ini inovasi yang sangat bagus untuk ditiru dibawa ke Jawa Tengah. Helmi Hasan ini Walikota Top of the Top di Indonesia,” ucapnya.

Ganjar mengaku bangga atas program-program Walikota Bengkulu Helmi Hasan dalam memberikan kebahagiaan untuk masyarakat Bengkulu.

“Saya sangat bangga dengan Walikota Bengkulu Helmi Hasan atas program inovatifnya menghadirkan kebahagiaan untuk masyarakat. Kita tidak bicara tentang pembangunan infrastruktur, kita tidak bercerita pelayanan kesehatan seperti apa, tapi kita bicara bagaimana caranya memberikan kebahagiaan untuk masyarakat. Menurut saya ini sangat inspiratif yang wajib ditiru oleh pemerintah lainnya,” tutup Ganjar Pranowo. (*bersambung)

*Penulis saat ini sedang menyelesaikan Disertasi Program Doktoral di Universitas Merdeka Malang

Posting Terkait

Jangan Lewatkan