Sunat Massal Jadi Magnet! Ribuan Warga Serbu HUT PPNI di RSKJ Soeprapto

Bengkulu, Word Pers Indonesia — RSKJ Soeprapto berubah menjadi lautan manusia, Jumat pagi (24/4/2026). Ribuan warga dari berbagai penjuru memadati area rumah sakit dalam rangka peringatan HUT ke-52 Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), yang dikemas dalam kegiatan sosial besar-besaran bertajuk layanan “serba gratis”.

Kolaborasi antara RSKJ Soeprapto dan DPW PPNI Provinsi Bengkulu ini tak sekadar seremoni, melainkan aksi nyata yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat—selaras dengan program unggulan pemerintah daerah, “Bantu Rakyat”.

Kegiatan diawali dengan senam sehat massal yang diikuti ribuan peserta. Atmosfer kebersamaan terasa kuat, memperlihatkan sinergi antara tenaga kesehatan dan masyarakat.

Antusiasme warga memuncak saat berbagai layanan gratis dibuka. Mulai dari sunatan massal yang diikuti lebih dari 150 anak, pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, hingga servis motor tanpa biaya—semuanya diserbu warga sejak pagi.

Perwakilan Gubernur Bengkulu, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Zahirkan Aidi, yang hadir meninjau langsung kegiatan tersebut, memberikan apresiasi atas tingginya partisipasi masyarakat.

“Terima kasih kepada PPNI dan RSKJ. Ini bukti nyata kegiatan yang langsung dirasakan masyarakat. Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut,” tegasnya.

Senada, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Yasman Syahrul, menilai kegiatan ini sebagai implementasi konkret dari visi pemerintah dalam mendekatkan layanan kepada masyarakat.

“PPNI hadir untuk masyarakat. Ini bagian dari program ‘Bantu Rakyat’ yang benar-benar dirasakan manfaatnya,” ujarnya.

Ketua DPW PPNI Provinsi Bengkulu, Fauzan Adriansyah, menegaskan bahwa kegiatan sosial seperti ini merupakan bentuk pengabdian perawat kepada bangsa dan akan terus menjadi agenda rutin.

“Ini bukan kegiatan sekali jalan. Ke depan akan terus kami lanjutkan, termasuk rencana kegiatan berikutnya bersama berbagai pihak,” kata Fauzan.

BACA JUGA:  Pondasi Pembangunan Bengkulu Dipengaruhi Besar oleh Peran Masyarakat Jawa

Sementara itu, Direktur RSKJ Soeprapto, dr. Herry Permana, memanfaatkan momentum ini untuk menegaskan transformasi layanan rumah sakit yang kini semakin luas dan modern.

“Kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bahwa RSKJ tidak hanya menangani gangguan jiwa. Kami sudah berkembang dengan layanan penyakit dalam, saraf, anak, hingga terapi anak berkebutuhan khusus,” jelas dr. Herry.

Ledakan antusiasme warga dalam kegiatan ini menjadi sinyal kuat: layanan kesehatan yang dekat, gratis, dan berkualitas tetap menjadi kebutuhan utama masyarakat. Di sisi lain, ini juga menjadi bukti bahwa kolaborasi antara tenaga medis dan pemerintah mampu menghadirkan dampak nyata di lapangan.

Reporter: Sudarwan
Editor: Anasril

Posting Terkait

Jangan Lewatkan