Jembatan Lubuk Silandak Ambruk Diterjang Banjir, Pemkab Mukomuko Pastikan Pembangunan Dilanjutkan

Mukomuko — Rangka Jembatan Lubuk Silandak di Desa Lubuk Silandak, Kecamatan Teramang Jaya, Kabupaten Mukomuko, ambruk setelah diterjang banjir besar pada Rabu (26/8/2026) malam. Rangka baja sepanjang 30 meter yang sedang dalam tahap pemasangan tersebut jatuh ke dasar sungai akibat derasnya arus dan material banjir.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 21.00 WIB setelah hujan deras mengguyur wilayah hulu sejak sore hingga malam hari. Kondisi tersebut menyebabkan debit Sungai Bantal meningkat secara drastis dan arus membawa gelondongan kayu serta berbagai material yang kemudian tersangkut pada penyangga sementara jembatan.

Tekanan arus air dan material yang tertahan selanjutnya menghantam penyangga hingga menyebabkan rangka baja yang telah terpasang ambruk. Rangka sepanjang 30 meter tersebut merupakan sekitar separuh dari total bentang jembatan yang mencapai 60 meter.

Padahal, pembangunan jembatan saat itu disebut telah mendekati tahap penyelesaian. Rangka jembatan ditargetkan tersambung secara penuh pada Minggu berikutnya sebelum akhirnya diterjang banjir.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mukomuko, Ir. Apriansyah, ST, MT, memastikan ambruknya rangka jembatan bukan disebabkan persoalan teknis maupun kesalahan konstruksi.

“Ambruknya rangka jembatan itu murni karena banjir besar. Secara teknis tidak ada masalah. Pekerjaan sudah sesuai standar. Kita tidak bisa melawan alam. Musibah datang tiba-tiba saat hujan turun berturut-turut,” tegas Apriansyah.

Ia menambahkan, pekerjaan pembangunan jembatan dilakukan dalam kondisi sungai yang sebelumnya masih memungkinkan untuk pelaksanaan konstruksi.

“Kerangka yang ambruk bukan karena pekerjaan yang asal-asalan. Kami bekerja dalam kondisi air baik-baik saja. Tapi alam berkata lain, itu di luar kendali kita,” ujarnya.

Pembangunan Tetap Dilanjutkan

Meski mengalami kerusakan akibat bencana, Pemerintah Kabupaten Mukomuko memastikan pembangunan Jembatan Lubuk Silandak tidak dihentikan.

BACA JUGA:  Dinas PUPR Mukomuko Hadir dalam TMMD ke-125, Bukti Nyata Kepedulian Pembangunan Desa

Kontraktor akan melakukan pembongkaran terhadap rangka yang jatuh ke sungai untuk selanjutnya memeriksa kondisi dan tingkat kerusakan setiap komponen baja. Penyangga sementara juga akan diperkuat dan diperbaiki agar lebih kokoh dalam menghadapi kondisi cuaca dan debit air yang meningkat.

Setelah proses pemeriksaan dan penanganan material selesai, pemasangan rangka jembatan akan kembali dilakukan dari awal. Pembangunan ditargetkan dapat diselesaikan pada Desember 2026.

Pemkab Mukomuko juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas keterlambatan pembangunan akibat kejadian tersebut.

Tetap Jadi Harapan Warga

Bagi masyarakat setempat, keberadaan Jembatan Lubuk Silandak dinilai sangat penting karena menjadi salah satu akses yang telah lama diharapkan warga.

Warga mengaku memahami bahwa ambruknya rangka jembatan merupakan dampak bencana alam. Mereka berharap proses pembangunan dapat segera dilanjutkan hingga jembatan benar-benar dapat digunakan.

“Kami mengerti ini musibah alam. Tidak ada yang salah dengan pelaksana. Yang penting jembatan tetap dilanjutkan, karena ini harapan kami sudah bertahun-tahun. Semoga proses pembangunan berjalan lancar dan selesai tepat waktu,” ujar seorang warga.

Menurut warga, kejadian tersebut menjadi pengingat bahwa kondisi alam sulit diprediksi. Karena itu, masyarakat berharap pembangunan tetap berjalan dengan memperhatikan faktor keselamatan dan kondisi sungai.

“Manusia berencana, Allah yang menentukan. Musibah ini mengajarkan kami untuk tetap rendah hati dan sabar. Yang terpenting, semangat membangun tidak padam. Jembatan Lubuk Silandak akan berdiri kokoh, insyaallah,” ungkapnya.