Dulu Dicibir, Kini Terbukti! Suci TKW Viral, Gatut Sunu Ditangkap KPK: Netizen Heboh

"Pernah Viral TKW Taiwan Suci Bongkar Dugaan Mafia Tulungagung, Kini “Terbukti” Usai OTT KPK Jerat Bupati,  Netizen Pun Ramai Puji Suci"

Tulungagung, Word Pers Indonesia — Nama Suci, seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Desa Suwaluh yang bekerja di Taiwan, kembali mengguncang jagat media sosial. Sosok yang sebelumnya viral karena kritik kerasnya terhadap Bupati Tulungagung, kini menjadi sorotan setelah kasus yang ia singgung berujung pada Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

Suci dikenal sebagai figur vokal yang kerap membongkar berbagai dugaan persoalan di Tulungagung melalui akun media sosialnya. Mulai dari isu tambang, aparat, hingga dugaan praktik tidak wajar di lingkungan pemerintahan daerah, semuanya pernah ia singgung secara terbuka.

Kini, setelah OTT terjadi, pernyataannya kembali mencuat dan dianggap publik sebagai “peringatan yang jadi kenyataan”.

“Dulu saya sudah bilang, jangan kaget kalau suatu saat ada kejadian seperti ini. Apa yang saya sampaikan bukan sekadar omongan, tapi berdasarkan apa yang saya tahu,” ujar Suci, Senin (13/4/2026).

Ledakan respons pun terjadi di media sosial. Warganet ramai-ramai mengaitkan peristiwa OTT ini dengan pernyataan lama Suci yang dinilai berani dan penuh risiko.

Beberapa komentar bahkan menyebut bahwa apa yang diungkapkan Suci sejak awal bukan isapan jempol semata.

“Nah, kan terbukti omongan Mbak Suci,” tulis salah satu netizen.
“Dari dulu sudah berani bicara, sekarang mulai kelihatan faktanya,” timpal lainnya.
“Kalau berani ngomong, pasti punya dasar. Saya orang Tulungagung, dukung Suci,” komentar netizen lain.

Sementara itu, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo telah diamankan dan dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik KPK.

BACA JUGA:  Sinergitas TNI-Polri dalam Patroli dan Razia Antisipasi Guantibmas di Wilayah Polres Simeulue

Dalam konferensi pers resmi, Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, mengungkap bahwa kasus ini memiliki pola yang tidak biasa dan mengarah pada praktik pengendalian internal pejabat secara sistematis.

“Kami menemukan adanya mekanisme yang tidak lazim, di mana sejumlah kepala OPD diminta menandatangani surat pengunduran diri tanpa tanggal,” ungkap Asep.

Menurutnya, dokumen tersebut berpotensi digunakan sewaktu-waktu sebagai alat tekanan.

“Surat itu bisa diaktifkan kapan saja. Tinggal diberi tanggal, maka dianggap sah mengundurkan diri,” jelasnya.

Tak hanya itu, para pejabat juga diminta menandatangani surat pernyataan tanggung jawab mutlak atas pengelolaan anggaran. Kombinasi dua dokumen ini diduga menjadi instrumen untuk mengendalikan kebijakan di tingkat OPD.

KPK juga mengungkap adanya dugaan permintaan setoran dana kepada sedikitnya 16 OPD, dengan total nilai mencapai sekitar Rp5 miliar. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp2,7 miliar disebut telah terealisasi.

Dalam operasi senyap tersebut, sebanyak 18 orang diamankan. Dari jumlah itu, 13 orang dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lanjutan. Penyidik turut menyita uang tunai Rp335,4 juta, dokumen penting, barang bukti elektronik, hingga sejumlah barang pribadi lainnya.

Kini, Gatut Sunu Wibowo bersama ajudannya, Dwi Yoga Ambal, resmi ditahan di rumah tahanan KPK untuk 20 hari pertama.

Kasus ini bukan hanya mengguncang pemerintahan daerah, tetapi juga membuka kembali peran suara publik,  termasuk dari sosok seperti Suci, TKW di negeri orang yang berani bersuara lantang dari kejauhan.

Apakah ini awal dari terbongkarnya jaringan yang lebih besar? Publik kini menanti babak lanjutan dari kasus yang sudah lebih dulu “diperingatkan” oleh suara dari luar negeri tersebut.

Reporter: Agris
Editor: Redaksi

Posting Terkait

banner 2000x647

Jangan Lewatkan