Cegah Penyakit dari Lingkungan Sendiri, Pemdes Sendang Mulyo Gencarkan Edukasi 5 Pilar STBM

MUKOMUKO, WORDPERS.ID – Lingkungan kotor bukan sekadar merusak pemandangan. Sampah yang menumpuk, saluran air tersumbat hingga kebiasaan membuang kotoran sembarangan dapat menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Menyadari pentingnya persoalan tersebut, Pemerintah Desa Sendang Mulyo, Kecamatan Penarik, Kabupaten Mukomuko, mengajak warga membangun budaya hidup bersih melalui penyuluhan kesehatan lingkungan berbasis Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

Kegiatan bertema “Pentingnya Menjaga Kesehatan Lingkungan untuk Mencegah Penyakit dan Meningkatkan Kualitas Hidup Sehat” itu digelar di aula Kantor Desa Sendang Mulyo, Kamis (29/10/2026). Sejumlah unsur desa turut hadir, mulai dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD), kader kesehatan hingga perangkat desa.

Dalam penyuluhan tersebut, Dr. Kanya Ahmad Kusuma memaparkan lima pilar utama STBM yang perlu menjadi kebiasaan masyarakat, bukan sekadar materi sosialisasi.

Kelima pilar itu meliputi tidak buang air besar sembarangan, mencuci tangan menggunakan sabun, mengelola air minum dan makanan rumah tangga secara aman, mengelola sampah dengan benar, serta mengelola limbah cair rumah tangga.

Penerapan lima pilar tersebut memiliki dampak langsung terhadap kesehatan keluarga. Penggunaan jamban sehat, misalnya, dapat menekan risiko pencemaran lingkungan. Begitu pula kebiasaan mencuci tangan dan memastikan kebersihan makanan serta air minum yang berperan penting dalam mencegah penularan penyakit.

Tak hanya persoalan sanitasi rumah tangga, kondisi lingkungan sekitar juga menjadi perhatian. Camat Penarik, Khairul Saleh, SKM, MM, mengingatkan bahwa sampah yang dibiarkan menumpuk, saluran air yang tersumbat, serta genangan air berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya hewan pembawa penyakit, seperti nyamuk, lalat, dan tikus.

Karena itu, menjaga lingkungan tidak bisa hanya mengandalkan kerja bakti atau gotong royong ketika ada kegiatan tertentu. Kesadaran menjaga kebersihan harus tumbuh menjadi perilaku sehari-hari, dimulai dari rumah masing-masing.

BACA JUGA:  Jadi Percontohan Desa Ramah Perempuan dan Anak, Ini Harapan Wabup Wasri

Kepala Desa Sendang Mulyo, Noor Ali, menegaskan bahwa penyuluhan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah desa dalam meningkatkan pemahaman warga mengenai sanitasi dan perilaku hidup bersih dan sehat.

Menurutnya, keberhasilan menciptakan desa yang sehat tidak cukup hanya mengandalkan program pemerintah. Partisipasi dan kesadaran setiap keluarga menjadi kunci utama.

“Kami ingin masyarakat semakin memahami bahwa kebersihan lingkungan bukan hanya urusan pemerintah desa. Semua harus ikut mengambil bagian. Kalau setiap keluarga sudah peduli dengan kebersihan rumah dan lingkungannya, tentu akan lebih mudah mewujudkan desa yang sehat,” ujar Noor Ali, Senin (2/11/2026).

Ia berharap penyuluhan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial maupun sekadar menambah pengetahuan warga. Materi yang telah disampaikan harus diwujudkan melalui tindakan nyata, seperti membersihkan halaman, tidak membuang sampah sembarangan, menjaga saluran air tetap lancar, serta menggunakan jamban sehat.

“Tidak perlu menunggu ada kegiatan khusus untuk mulai menjaga kebersihan. Kita bisa melakukannya setiap hari dari rumah sendiri. Kalau kebiasaan ini dilakukan bersama-sama, manfaatnya tentu akan dirasakan seluruh warga,” tambahnya.

Pemdes Sendang Mulyo berharap penerapan lima pilar STBM semakin membudaya di tengah masyarakat. Sebab, desa yang sehat tidak lahir hanya dari program dan imbauan, tetapi dari kedisiplinan warganya menjaga lingkungan secara konsisten.

Sumber: 
Editor: Anasril

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

News Feed