Selain gebrakan pembangunan di kabupaten Mukomuko ini, berbagai ragam penghargaan dari pusat maupun dari Provinsi selalu ia (Choirul Huda) dapatkan, itu semua berkat kegigihan dan kejujuran dari semua pihak hingga tercipta suatu kerja sama yang baik dan saling bersinergi. dan kita tak bisa menolak, kabupaten Mukomuko ini sudah berdiri puluhan tahun, persoalan kelistrikan juga sudah biasa mnjadi buah bibir di masyarakat, karna faktanya selama ini masalah kelistrikan selalu mengalami kendala dan Byar pet (Hidup Mati Hidup Mati).
Syukur Alhamdulillah kita panjatkan, karna melihat kenyataan yang ada terkait kelistrikan, beliau dengan beberapa pihak terkait secara diam-diam dan tdak perlu koar koar melakukan loby ke pihak PLN terkait, perjuangan tidaklah membohongi hasil. begitulah kira kira kata yang cocok, buah dari hasil perjuangan Choirul Huda dan pihak terkait lainnya saat ini sudah bisa kita lihat di lapangan.
Tower SUTT sudah ada yang tegak berdiri menjulang tinggi dan sebagian ada yang masih dlm tahap pembangunan. dan bisa di pastikan, tak lama lagi kabupaten Mukomuko akan jadi terang benderang dan di selamat tinggal krisis listrik.
Sekali lagi untuk menolak lupa, sekarang kabupaten Mukomuko sudah mempunyai Taman bundaran kota mukomuko. hal tersebut bisa untk kita jadikan salah satu icon kebanggaan masyarakt kota Mukomuko, walau tidak kita pungkiri kalau pembangunan taman bundaran tersebut belumlah selesai 100%.
Seorang Choirul Huda sekali lagi bukanlah malaikat, semuanya tetap mempunyai kelebihan dan kekurangan. hal itu tak seharusnya kita jadikan sebagai ajang perdebatan. tekad dan niat beliau atas rasa kecintaan beliau terhadap kabupaten Mukomuko, itu yang patut kita teladani.
Kabupaten mukomuko sudah kita ketahui bersama, bahwasannya mempunyai Bandara udara Mukomuko, dan sampai saat ini Bandara mukomuko selalu aktif melayani masyarakat kabupaten Mukomuko yang berniat menggunakan jasa penerbangan baik ke kota Bengkulu maupun ke kota padang. di sini kita harus kmbali lagi untuk menolak pikiran dan angan-angan kita yang mungkin terlupa.
Perjuangan seorang Choirul Huda terkait penerbangan pesawat di bandara mukomuko juga tidak bisa kita pandang sebelah mata. beberapa waktu lalu, Bandara sempat sepi dan vakum dari suara mesin pesawat Wings ataupun Susi air, tapi hal itu tidak berjalan lama. di dasari kpedulian dan tanggung jawab terhadap maju dan mundurnya kabupaten Mukomuko, beliau bersama dinas terkait langsung bergerak mekakukan perudingan dan loby, baik dengan pihak Bandara dan pihak kementerian. hal itu membuahkan hasil hingga sampai saat ini seperti yg kita lihat Bandara mukomuko selalu aktif dengan di dukung pesawat Susi air. semua itu lalu membuat seorang Choirul Huda sombong dan anggkuh, Oh..tidak sama sekali!
Choirul Huda tetaplah mnjadi dirinya sendiri dan tetap rendah hati dan ramah terhadap siapapun. pribadinya tetap tak berubah, karna pangkat, jabatan dan harta baginya hanyalah sebuah Amanah? hingga waktu terus berjalan dan berputar, ahirnya tibalah di ahir/masa kepemimpinan beliau, sanggupkah semua pembangunan terealisasi dan merata, jawabnya tidak! Kabupaten Mukomuko sangatlah luas, hanya dengan waktu satu periode mustahil hal itu bisa tercapai. di tambah saat beliau bersama dinas terkait akan menggenjot pembngunan, semua perencanaan dan Program telah matang. tapi alam berkehendak lain, munculah wabah pandemi covid-19 di seluruh negeri, hingga rencana pembangunan dan program2 yang tinggal melaksanakan ahirnya buyar berantakan. salahkah seorang Choirul Huda, tentu saja tidak? karna kesehatan dan keselamatan masyarakat lebih kita utamakan dari pada sebuah pembangunan infrastruktur.
Untuk itulah, seorang Choirul Huda dengan niat yang bulat akan tetap melanjutkan program-program pembangunan yang telah tertunda, dan untk mendapat semua itu beliau siap kembali bertarung dalam pilkada 9 Desember yang hanya tinggal beberapa hari lagi.
kita lanjuutkan pembangunan demi terwujudnya pemerataan pembangunan yang adil di tengah-tengah masyarakat.
By: Bambang