Pra-Musrenbang 2026 Digelar, Wakil Bupati Mukomuko: Program Harus Tepat Sasaran Turunkan Stunting

“Fokus Tekan Stunting dan Kemiskinan Ekstrem”

Mukomuko, Word Pers Indonesia – Pemerintah Kabupaten Mukomuko mulai mematangkan arah pembangunan tahun 2026 dengan menggelar Pra-Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Pra-Musrenbang) Tematik Stunting dan Kemiskinan. Kegiatan yang digagas Bapperida Mukomuko ini digelar di Aula Bapperida pada Selasa (10/3/2026).

Forum strategis ini menjadi langkah awal pemerintah daerah dalam menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2026, dengan fokus utama pada percepatan penurunan angka stunting serta pengentasan kemiskinan ekstrem di wilayah Mukomuko.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wakil Bupati Mukomuko Rahmadi AB. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa persoalan stunting dan kemiskinan merupakan tantangan kompleks yang membutuhkan pendekatan lintas sektor dan program yang terukur.

“Stunting dan kemiskinan adalah persoalan multidimensional yang tidak bisa diselesaikan dengan pendekatan biasa. Kita membutuhkan orkestrasi program yang tepat dan terarah,” tegas Rahmadi.

Ia juga menekankan pentingnya penggunaan data yang akurat dalam merancang program pembangunan agar anggaran daerah benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan.

“Intervensi harus berbasis data dan by name by address. Setiap rupiah dari APBD harus benar-benar menjadi solusi nyata bagi masyarakat. Saya berharap dari forum ini lahir peta jalan yang mampu menurunkan angka stunting secara signifikan,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bapperida Mukomuko Singgih Pramono menekankan pentingnya integrasi riset dan inovasi dalam proses perencanaan pembangunan daerah.

Menurutnya, tahun 2026 akan menjadi momentum penguatan inovasi kebijakan untuk memutus rantai kemiskinan, khususnya di wilayah yang memiliki tingkat kerentanan sosial tinggi.

“Perencanaan tahun 2026 tidak boleh sekadar administratif. Kami mendorong setiap perangkat daerah menciptakan terobosan kebijakan berbasis riset untuk mempercepat penurunan stunting,” ujar Singgih.

BACA JUGA:  Hampir 80 Persen Anak Mukomuko Sudah Ber-KIA, Pemkab Pacu Tuntaskan Identitas Anak

Ia menambahkan bahwa penggunaan data yang akurat menjadi kunci utama agar program pembangunan tidak tumpang tindih dan tepat sasaran.

Pra-Musrenbang ini juga dihadiri oleh Kepala Bidang PPM Bapperida Mukomuko, Riskan, S.E, yang memaparkan pentingnya sinkronisasi anggaran antar perangkat daerah.

Forum tersebut melibatkan seluruh pimpinan OPD serta para camat se-Kabupaten Mukomuko sebagai ujung tombak pelaksanaan program pembangunan di wilayah masing-masing.

Para camat diminta lebih aktif melakukan verifikasi kondisi lapangan, khususnya di desa-desa yang menjadi prioritas penanganan stunting dan kemiskinan.

Langkah ini penting agar berbagai program intervensi, seperti perbaikan gizi keluarga, sanitasi, hingga peningkatan layanan kesehatan, dapat berjalan optimal dan tepat sasaran.

Melalui forum Pra-Musrenbang ini, Pemkab Mukomuko menargetkan penyusunan draft RKPD 2026 yang lebih berkualitas, inklusif, dan mampu menjawab persoalan mendasar masyarakat.

Pendekatan tematik yang diambil pemerintah daerah menunjukkan keseriusan dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat kondisi ekonomi warga.

Pertemuan tersebut ditutup dengan komitmen bersama seluruh peserta untuk mengawal hasil pembahasan hingga tahap implementasi kebijakan.

Semangat kolaborasi ini diharapkan mampu menghadirkan perubahan nyata bagi kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Mukomuko, yang dikenal sebagai Bumi Kapuang Sati Ratau Batuah.

Reporter: Bambang.S
Editor: Agus.A

Posting Terkait

Jangan Lewatkan