RSKJ Soeprapto Berbenah Total: Pelayanan Lebih Manusiawi, Pasien Diperlakukan Bermartabat

Bengkulu, Word Pers Indonesia — Pemerintah Provinsi Bengkulu terus mendorong transformasi layanan kesehatan jiwa di RSKJ Soeprapto. Rumah sakit yang dulu kerap dilekatkan dengan stigma negatif itu kini berbenah menjadi fasilitas yang bersih, nyaman, dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.

Hal ini ditegaskan Asisten I Setda Provinsi Bengkulu, Khairil Anwar, saat melakukan kunjungan kerja, Senin (30/3). Kunjungan tersebut sekaligus memastikan pelayanan tetap optimal selama momentum libur Lebaran.

“Perubahan ini nyata. Lingkungan rumah sakit kini jauh lebih manusiawi, bersih, dan memberikan kenyamanan bagi pasien. Ini langkah penting dalam pemulihan mereka,” ujar Khairil.

Saat ini, RSKJ Soeprapto merawat sekitar 200 pasien dengan pendekatan berbasis penghormatan terhadap harkat dan martabat manusia. Paradigma lama yang identik dengan pemasungan dan pengurungan kini ditinggalkan sepenuhnya.

Direktur RSKJ Soeprapto, dr. Herry Permana, menegaskan bahwa prinsip utama pelayanan adalah “memanusiakan manusia”.

“Kami memastikan setiap pasien diperlakukan secara layak. Tidak ada lagi praktik lama seperti pemasungan. Sebelum dipulangkan, pasien kami pastikan dalam kondisi bersih, rapi, dan kebutuhan dasarnya terpenuhi,” tegas dr. Herry.

Menurutnya, pendekatan emosional menjadi kunci penting dalam proses penyembuhan. Tenaga medis didorong membangun kedekatan psikologis dengan pasien agar terapi berjalan lebih efektif.

Tak hanya fokus pada pengobatan, rumah sakit juga membekali pasien dengan keterampilan hidup sebagai bekal kembali ke masyarakat. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Yasman Syahrul, menyebut program ini sebagai bagian dari rehabilitasi sosial.

“Pasien kami latih berbagai keterampilan seperti bercocok tanam, membuat minuman herbal, menjahit, hingga kerajinan tangan. Tujuannya agar mereka bisa mandiri dan tidak kehilangan produktivitas,” jelas Yasman.

Dukungan pembiayaan juga dipastikan berjalan tanpa hambatan. Perwakilan BPJS Kesehatan Bengkulu, Ricco Hanggara, menyatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar layanan kesehatan bagi pasien tetap terjamin.

BACA JUGA:  Jadwal Berubah, Makan Minim, Kamar Sesak: MTQ Rp800 Juta Tuai Gelombang Kritik

Menutup kunjungan, Khairil Anwar mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam proses pemulihan pasien gangguan jiwa. Ia menegaskan bahwa stigma dan pengucilan justru menjadi penghambat utama kesembuhan.

“Jangan dikucilkan. Dukungan keluarga dan lingkungan adalah faktor penting agar mereka bisa pulih dan kembali hidup normal di tengah masyarakat,” pungkasnya.

Transformasi RSKJ Soeprapto ini menjadi bukti bahwa layanan kesehatan jiwa kini bergerak menuju pendekatan yang lebih modern, inklusif, dan berorientasi pada pemulihan menyeluruh.

Reporter: M.r
Editor: Anasril

Posting Terkait

banner 2000x647

Jangan Lewatkan

News Feed