Bengkulu, Word Pers Indonesia – Dalam suasana peringatan Hari Guru Nasional 2025, Wakil Ketua I DPRD Provinsi Bengkulu, Teuku Zulkarnain, SE, mengajak seluruh pihak menghormati kembali peran guru yang selama ini bekerja dengan penuh dedikasi, meski sering berjalan di antara berbagai keterbatasan.
Ia menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh guru di Bengkulu dan di seluruh Tanah Air. Menurutnya, profesi guru adalah tiang penopang peradaban yang sering bekerja dalam senyap.
“Di momen Hari Guru Nasional ini, saya berharap seluruh pemangku kebijakan dapat lebih serius memastikan hak, kesejahteraan, dan martabat guru benar-benar dijaga. Guru bukan pengabdi murahan, tapi penjaga masa depan bangsa,” ujarnya Selasa (25/1.2025).
Teuku menyebut, Moment ini sebagai pengingat penting.
“Hari ini bukan hanya perayaan, tetapi pengingat bahwa bangsa ini berdiri karena guru-guru yang memilih tetap menyalakan cahaya di tengah gelapnya tantangan.”
Teuku Zulkarnain menekankan beberapa harapan penting pada moment ini, tentunya Guru harus diberi ruang berinovasi, bukan dibebani administrasi yang mengekang.
Kesejahteraan guru harus menjadi prioritas nyata, bukan sekadar slogan tahunan. Lingkungan belajar harus diperkuat, agar guru tak berjuang sendirian menghadapi perubahan zaman. serta Pendidikan karakter harus dikembalikan sebagai roh utama sekolah.
“Negara yang meremehkan guru sedang menggali lubang bagi masa depan anak-anaknya,” tegasnya.
Tak lupa, Sosok Teuku Zulkarnain juga memberikan pesan pesan dan kata kata menusuk untuk semua guru yang ada di Indonesia, Khususnya di Provinsi Bengkulu.
“Guru, kalian tidak hanya mengajar — kalian menahan robohnya masa depan bangsa setiap hari. Jika hari ini banyak pejabat bersinar, ingatlah bahwa sinar itu berasal dari tangan guru yang dulu dikorbankan oleh peluh.” Gaji guru mungkin tak pernah sebanding dengan jasanya, tetapi hormat kita kepada guru wajib melebihi segala jabatan.” Di kelas-kelas kecil yang sering dilupakan negara, guru sedang berjuang sendirian untuk menjaga mimpi jutaan anak. “Guru bukan pahlawan tanpa tanda jasa — mereka pahlawan yang jasanya sering sengaja diabaikan. “Bangsa ini tidak butuh banyak pidato tentang pendidikan. Bangsa ini butuh lebih banyak keberpihakan kepada guru.”
“Terima kasih kepada seluruh guru. Tetaplah menjadi lentera. Karena selamanya, dunia ini butuh cahaya yang kalian bawa.” tutup teuku.
Reporter: Agus.A
