Daya Beli Masyarakat Naik Pengaruhi Inflasi di Bengkulu

Bengkulu, wordpers.id – Daya beli masyarakat Kota Bengkulu perlahan naik 75 persen memasuki era adaptasi baru pasca pandemi COVID-19.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bengkulu mencatat kenaikan daya beli masyarakat dipengaruhi pembukaan mall maupun toko retail.

“Sudah naik 15% dari 60 persen bulan lalu. Tentu karena dilatarbelakangi fase normal baru yang membolehkan pusat perbelanjaan dibuka dan aktivitas jual beli masyarakat tanpa pembatasan sosial. Tapi tetap kita kedepankan protokol kesehatan,” kata Kepala Disperindag, Dwi Darma, Senin.

Pihaknya mengaku, pembebasan pembukaan pusat belanja sebagai penggerak ekonomi masyarakat tetap mengacu pada peraturan Walikota Bengkulu melalui Surat Edaran Nomor 530/381/01.VI/D.Perindag/2020 tentang pemulihan aktivitas perdagangan.

“Kalo dari kami berkaca dari penerapan aturan kemendag yang memperbolehkan mall, retail dan swalayan beroperasi tetapi tetap mengacu ke aturan yang ada,” kata Dewi.

“Mall dan retail sudah buka seperti biasa hanya saja ada pembatasan jam operasi dengan tetap mematuhi protokol kesehatan,” tambah Dewi.

Kenaikan daya beli masyarakat juga mempengaruhi bergeraknya ekonomi Bengkulu ke arah positif.

Tercatat, bulan Agustus kenaikan harga barang terhadap nilai mata uang di Bengkulu ada di angka 0,22 persen, tertinggi inflasi ke 17 se Indonesia. (Red)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan