Desa Terutung Kebagian 10 RTLH, Bukti Program Mulai Jalan Dampak Dirasakan Warga

200 RTLH Mulai Digarap, Warga Tertolong—Pemda Ditekan Tuntaskan Tanpa Tersendat

Mukomuko, Word Pers Indonesia — Program bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak 200 unit mulai digulirkan di berbagai kecamatan di Kabupaten Mukomuko pada 2026. Dampaknya langsung terasa: warga berpenghasilan rendah mendapat harapan baru atas hunian yang lebih layak. Namun di sisi lain, pemerintah daerah dituntut bekerja lebih disiplin agar proyek tidak kembali mandek seperti tahun-tahun sebelumnya.

Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Mukomuko mengubah pola kerja. Tahun ini, seluruh material bangunan diwajibkan tersedia sebelum pekerjaan fisik dimulai. Strategi ini dipilih untuk menutup celah keterlambatan yang selama ini kerap terjadi di lapangan.

Kepala Dinas Perkim, Suryanto, menegaskan kesiapan bahan menjadi kunci. “Begitu penyedia siap, pekerjaan langsung jalan. Tidak boleh ada alasan proyek berhenti di tengah jalan,” tegasnya.

Saat ini, tim Perkim masih berada pada tahap survei penyedia material. Langkah ini dilakukan untuk memastikan distribusi bahan bangunan tidak tersendat ketika pengerjaan dimulai. Targetnya jelas: eksekusi cepat tanpa hambatan logistik.

Tak hanya soal teknis, penetapan penerima bantuan juga diperketat. Pemerintah tidak lagi bergantung pada data administrasi semata. Verifikasi dilakukan langsung ke lapangan, mengecek kondisi rumah dari atap, lantai hingga dinding, sekaligus menilai kondisi ekonomi pemiliknya.

Di tingkat desa, program ini mulai dirasakan. Kepala Desa Terutung, Zaenal, menyebut 10 rumah warganya akhirnya masuk daftar penerima setelah melalui proses verifikasi.

“Alhamdulilah, terkait Program Bedah Rumah Tidak Layak Huni (Rtlh) yang kami usulkan tahun lalu kini bisa di setujui dan terealisasi.setelah beberapa waktu lalu di lakukan pengecekan secara langsung ke lokasi,maka di tetapkan 10 rumah warga yang mendapatkan Program RTLH tersebut,” katanya kepada awak media, Sabtu 2/5/2026.

BACA JUGA:  DPD RI Bengkulu, Eni Khairani Dorong Optimalisasi UU Kependudukan untuk Indonesia Maju

Kami ucapkan Terimakasih kepada Pemerintah dan dinas terkait, semoga Program RTLH ini kedepannya tetap berlanjut.

“Semoga terus berlanjut, Sehingga rumah warga masyarakat yang ada di Kabupaten Mukomuko, Profinsi Bengkulu ini tidak ada lagi Rumah hunian warga masyarakat yang tidak layak,” tambahnya.

Program RTLH selama ini menjadi salah satu intervensi utama pemerintah dalam menekan angka kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Namun keberhasilannya sangat bergantung pada ketepatan sasaran dan kelancaran pelaksanaan.

Perubahan pola dengan memastikan material tersedia di awal menunjukkan pemerintah belajar dari kegagalan sebelumnya. Banyak proyek RTLH tersendat bukan karena anggaran, melainkan lemahnya perencanaan dan distribusi logistik.

Di sisi lain, verifikasi lapangan menjadi langkah penting untuk mencegah bantuan salah sasaran, masalah klasik yang kerap memicu kecemburuan sosial. Namun tantangan sebenarnya ada pada konsistensi. Tanpa pengawasan ketat, skema yang sudah diperbaiki berisiko kembali bocor di tengah jalan, terutama di level pelaksana.

Program sudah berjalan, skema diperbaiki, dan harapan warga kembali tumbuh.

Reporter: Bambang
Editor: ANasril

Posting Terkait

Jangan Lewatkan