Disorot Bupati, Rusa di Pendopo Tulungagung Kurus! Disnakeswan Beberkan Penyebab dan Target Pemulihan

Tulungagung, Word Pers Indonesia – Kondisi rusa di area Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso menjadi sorotan serius setelah terlihat kurus, meski anggaran perawatan disebut mencapai Rp600 ribu per hari. Menyikapi hal itu, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Tulungagung langsung turun tangan melakukan pemeriksaan intensif.

Pemantauan dilakukan menyusul perhatian Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, yang mempertanyakan kondisi fisik satwa tersebut. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa secara umum hewan dalam kondisi sehat, namun mengalami penurunan performa, terutama pada rusa jawa atau kijang.

Kepala Bidang Kesehatan Disnakeswan Tulungagung, drh. Tutus Sumaryani, menjelaskan bahwa penurunan berat badan rusa dipengaruhi oleh faktor lingkungan yang tidak sesuai dengan habitat aslinya.

“Rusa merupakan satwa liar yang hidup bebas. Ketika ditempatkan di kandang, ruang geraknya terbatas dan ini dapat memicu stres,” ungkap Tutus, Senin (6/4/2026).

Menurutnya, stres pada satwa berdampak langsung terhadap nafsu makan dan kondisi fisik, sehingga menyebabkan tubuh rusa tampak lebih kurus dibandingkan kondisi ideal di alam liar.

Selain faktor stres, persoalan lain yang turut memicu penurunan berat badan adalah kompetisi pakan di dalam kandang. Dengan jumlah populasi mencapai 15 ekor, dominasi rusa yang lebih kuat berpotensi membuat individu lain kekurangan asupan.

“Kemungkinan ada persaingan dalam mendapatkan makanan. Rusa yang lebih dominan bisa menguasai pakan, sehingga yang lain tidak mendapatkan cukup,” jelasnya.

Meski demikian, Disnakeswan menilai kapasitas kandang saat ini masih tergolong ideal untuk jumlah rusa yang ada. Namun, perbaikan pola perawatan tetap menjadi prioritas untuk mengembalikan kondisi fisik hewan.

Pihaknya pun menargetkan dalam waktu tiga bulan ke depan, berat badan rusa dapat kembali meningkat dan lebih stabil.

BACA JUGA:  Hadiri Pembentukan IGORNAS, Wali Kota Molen: Dengan Olahraga, Wawasan dan Pemikiran Akan Jauh Lebih Sehat

“Kami menargetkan dalam tiga bulan ke depan kondisi berat badan rusa bisa naik dengan perbaikan manajemen pakan dan perawatan,” tegas Tutus.

Sebagai langkah konkret, Disnakeswan merekomendasikan pemberian pakan yang lebih variatif, mulai dari rumput daun sebagai pakan utama hingga tambahan buah dan sayuran sebagai suplemen. Selain itu, pemberian konsentrat juga disiapkan, meski harus dilakukan secara bertahap mengingat sistem pencernaan rusa yang sensitif.

Tak hanya itu, pemantauan kesehatan juga akan dilakukan secara berkala untuk memastikan kondisi satwa tetap terjaga.

“Kami lakukan pemeriksaan rutin minimal satu minggu sekali, termasuk pemberian vitamin, obat cacing, dan disinfeksi kandang,” tambahnya.

Langkah ini diharapkan mampu menjawab kekhawatiran publik sekaligus memastikan satwa di lingkungan Pendopo Tulungagung mendapatkan perawatan yang layak dan sesuai standar.

Sorotan terhadap kondisi rusa ini menjadi pengingat bahwa pengelolaan satwa, terlebih satwa liar, membutuhkan perhatian serius—tidak hanya dari sisi anggaran, tetapi juga dari aspek teknis dan kesejahteraan hewan itu sendiri.

Reporter: Agris
Editor: ANasril

Posting Terkait

banner 2000x647

Jangan Lewatkan