Mukomuko, Word Pers Indonesia — Asa warga Desa Maju Makmur, Kecamatan Penarik, kembali diuji. Setelah bertahun-tahun menanti perbaikan jalan poros yang tak kunjung terealisasi, kini secercah harapan muncul usai tim dari Dinas PUPR Mukomuko turun langsung melakukan survei dan pengukuran di lapangan.
Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (06/04/2026) itu menjadi tahapan awal menuju rencana pembangunan jalan hotmix di ruas strategis desa. Jalan tersebut selama ini menjadi urat nadi aktivitas masyarakat—mulai dari akses pengangkutan hasil kebun, jalur menuju fasilitas pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga kawasan wisata lokal.
Tim teknis dari Dinas PUPR tampak melakukan pengecekan kondisi jalan secara menyeluruh, didampingi langsung oleh Kepala Desa Maju Makmur, Heris Triyanto, bersama perangkat desa.
Menurut Heris, pembangunan jalan ini bukan lagi sekadar kebutuhan, melainkan sudah menjadi tuntutan mendesak masyarakat.
“Jalan poros ini masih menyisakan sekitar 600 meter yang belum tersambung. Program ini sudah direncanakan sejak lama, tapi selalu gagal direalisasikan dengan berbagai alasan. Kami tentu sangat kecewa,” tegas Heris Triyanto.
Ia pun berharap survei kali ini benar-benar menjadi langkah nyata, bukan sekadar pengulangan janji yang berakhir tanpa eksekusi.
“Mudah-mudahan kali ini tidak hanya sekadar survei. Kami tidak ingin masyarakat kembali ‘diberi harapan palsu’ seperti sebelumnya,” ujarnya dengan nada tegas.
Jalan Vital, Akses Ekonomi Terancam
Jalan poros Desa Maju Makmur memiliki peran krusial dalam mendukung mobilitas warga. Selain sebagai jalur utama distribusi hasil perkebunan, jalan ini juga menjadi akses ke objek wisata waterboom, kantor desa, posyandu, hingga SMP Negeri 37.
Rencana pembangunan tak hanya sebatas pelapisan ulang (overlay) menggunakan hotmix, tetapi juga mencakup pelebaran di sejumlah titik untuk mengurangi risiko kecelakaan dan kemacetan.
Di sisi lain, pihak Dinas PUPR Mukomuko melalui Kabid Bina Marga, M. Yusuf, membenarkan bahwa survei telah dilakukan di beberapa titik wilayah Kecamatan Penarik.
“Memang benar tim kami bersama perencana sudah turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan dan pengukuran terkait rencana pembangunan jalan hotmix,” jelas M. Yusuf.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa realisasi pembangunan masih bergantung pada kondisi anggaran daerah yang saat ini terdampak kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat.
“Dengan adanya efisiensi anggaran besar-besaran, tentu semua program pembangunan harus menyesuaikan. Tapi kami pastikan, pemerintah daerah tetap berkomitmen membangun, hanya saja dilakukan secara bertahap,” tambahnya.
Antara Harapan dan Realita
Kondisi ini menempatkan masyarakat Desa Maju Makmur di persimpangan antara optimisme dan keraguan. Di satu sisi, survei yang dilakukan memberi sinyal positif. Namun di sisi lain, pengalaman kegagalan sebelumnya membuat warga berharap ada kepastian, bukan sekadar wacana.
Jika terealisasi, pembangunan jalan hotmix ini diyakini akan menjadi pengungkit ekonomi desa sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara signifikan.
Kini, publik menunggu—apakah proyek ini benar-benar akan berjalan, atau kembali menjadi catatan panjang janji pembangunan yang tertunda?
Reporter: Bambang.S
Editor: ANasril































