Bengkulu, wordpers.id – Perpustakaan harus dirancang agar memiliki nilai kemanfaatan yang tinggi bagi masyarakat. Melalui pendekatan inklusif, perpustakaan mampu menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk memperoleh semangat baru dan solusi dalam upaya meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Bengkulu H. Meri Sasdi, M.Pd, saat membuka acara Bimbingan Teknis (BIMTEK) Strategi Pengembangan Perpustakaan dan TIK untuk Transformasi Layanan Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial Tahun 2020 melalui virtual meeting zoom, Senin (27/7/2020)
Ia berharap kepada peserta bimtek agar mampu melakukan transformasi layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial.
“Setelah selesai pelaksanaan bimtek ini, peserta diharapkan mampu melakukan transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial dan dapat menyusun rencana atau program-program kegiatan transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial dalam situasi kenormalan baru,” ujar Meri.
Melalui tiga strategi, yaitu peningkatan kualitas layanan informasi melalui buku,komputer dan internet dalam memfasilitasi kegiatan-kegiatan yang menjadi kebutuhan masyarakat serta melakukan advokasi dan membangun kemitraan.
“Transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial ini merupakan sebuah inovasi untuk menjadikan perpustakaan sebagai pusat belajar masyarakat yang berkelanjutan dengan memanfaatkan layanan TIK untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ungkapnya.
Lanjutnya, sebagai provinsi dan kabupaten penerima manfaat dari program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial di tahun 2020, melalui berbagai kegiatan di perpustakaan harus berkomitmen dalam memfasilitasi kebutuhan masyarakat agar program dapat terus berkelanjutan dan memberi kebermanfaatan kepada masyarakat.
“Ini acara perpusnas melalui daring khusus untuk provinsi Bengkulu tahun 2020. Kita sangat bersyukur atas kegiatan ini. dimana narasumbernya semua dari pusat. Dalam rangka peningkatan dan pengembangan perpustakaan berbasis inklusi sosial di provinsi Bengkulu,” demikian Meri Sasdi.

Sumber: BengkuluInteraktif.com