Peran Taiwan Meningkatkan Kualitas Petani di Sumatera Utara

Hasilkan Panen Hingga 5 Ton Kubis

Verified oleh: Vanny El Rahman

Pada suatu pagi yang cerah, petani Jonparno Sitohang seperti biasa memeriksa ladang kubis miliknya. Sudah hari ke-85 sejak penanaman. Ini pertama kali ia menanam varietas kubis dari Taiwan. Dengan sukacita, Jonparno Sitohang bersiap-siap untuk panen karena pada Maret ia telah berhasil panen sebanyak 5 ton kubis.

Jonparno adalah petani mitra dari Proyek Kerja Sama Taiwan Technical Mission (TTM) di Sumatera Utara yang mulai menerima bimbingan TTM sejak akhir 2023 untuk bercocok tanam varietas kubis dari Taiwan di lahan seluas sekitar 0,7 hektare.

Jonparno mengungkapkan kegembiraannya menjadi petani mitra TTM karena dapat mengelola lahan yang cukup luas. Sebelum menjadi mitra TTM, Jonparno hanya menggarap lahan kurang dari 0,1 hektare, sementara sisanya terpaksa dibiarkan terbengkalai karena kekurangan dana dan teknologi. Sekarang, ia dapat mengubah 0,7 hektare lahan tersebut menjadi ladang kubis yang subur.

“Saya sangat senang bisa menjadi petani mitra kerja sama Taiwan Technical Mission. Saya merasa puas dengan hasil kerja sama yang telah dicapai sampai saat ini dan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang bercocok tanam. Setelah menyelesaikan penanaman kubis kali ini, saya berharap bisa terus bekerja sama dengan TTM untuk menanam bawang merah.” ucap Jonparno dengan senang hati.

Jonparno juga menyatakan, kedatangan TTM di desa Ria Ria telah mendapat dukungan besar dari masyarakat setempat karena telah menciptakan banyak dampak positif.

Metode pengajaran TTM yang mudah dipahami cocok dengan kondisi lokal, sehingga menarik minat masyarakat untuk datang berkunjung dan belajar. Harapan Jonparno untuk masa depan adalah dapat terus bertani di tanahnya sendiri dan belajar dari Taiwan Technical Mission, sehingga memiliki peluang untuk menjadi petani yang mandiri dan meningkatkan pendapatan.

Taiwan Technical Mission Indonesia sejak 1 Januari 2023 ikut membantu program lumbung pangan (food estate) besutan pemerintah Indonesia. Mereka terlibat dalam proyek Percontohan Produksi dan Pemasaran Bawang Putih dan Bawang Merah di Sumatera Utara.

BACA JUGA:  Covid-19 dan Tragedi Ekologi

Program tersebut mencakup pembangunan area demonstrasi untuk pembelajaran produksi seluas 5 hektare, pelatihan petani lokal untuk meningkatkan kemampuan teknis dalam bercocok tanam sayuran, pengenalan varietas bawang merah dan bawang putih yang cocok dengan iklim lokal, serta membantu petani memperbanyak pilihan saluran distribusi.

Taiwan Technical Mission mengamati bahwa luas area pertanian di daerah Sumatera Utara cukup besar, namun efisiensi penanaman yang hanya mengandalkan tenaga manusia relatif rendah. Diperlukan penggunaan peralatan pertanian modern untuk meningkatkan efisiensi penanaman.

Oleh karena itu, dalam pembangunan area demonstrasi, pekerjaan utama adalah mengurangi kemiringan tanah.Selain itu, mengingat kebutuhan pasokan air yang besar selama musim kemarau, Taiwan Technical Mission juga memperkenalkan sistem irigasi semi otomatis, yang dapat mengurangi waktu yang diperlukan untuk penyiraman dari setengah hari menjadi hanya beberapa jam.

Taiwan Technical Mission membimbing petani melalui penyediaan pinjaman modal pertanian untuk mengatasi masalah dana yang dalam meningkatkan skala pertanian.

Selain itu, Taiwan Technical Mission secara rutin menyelenggarakan workshop/lokakarya untuk berbagi praktik bercocok tanam yang berbeda dari yang umumnya dilakukan di daerah tersebut.

Sebagai contoh, pada Oktober 2023, Taiwan Technical Mission mengundang ahli pupuk dan tanah dari Kementerian Pertanian Taiwan untuk memberikan arahan kepada petani tentang cara membuat kompos dari bahan organik yang sering ditemui di sekitar, guna meningkatkan kesuburan tanah dan mengurangi penggunaan pupuk kimia.

Pada 2024, Taiwan Technical Mission akan meningkatkan jumlah petani mitra hingga mencapai 40 orang, dengan luas area binaan untuk bawang merah dan bawang putih mencapai lebih dari 20 hektar.

Taiwan Technical Mission di Indonesia membimbing petani di daerah Sumatera Utara untuk terus menciptakan wilayah pertanian yang baru.

Artikel ini telah tayang di Idntimes.com dengan judul “Peran Taiwan Meningkatkan Kualitas Petani di Sumatera Utara”.

Posting Terkait

Jangan Lewatkan